Baru Nikah Sudah Selingkuh Picu Pasangan yang Menikah Muda Lakukan KDRT, Bali Angkanya 100% Lebih

Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Bali mengemukakan peningkatan kasus kekerasan pada perempuan

Baru Nikah Sudah Selingkuh Picu Pasangan yang Menikah Muda Lakukan KDRT, Bali Angkanya 100% Lebih
NET
Ilustrasi KDRT: Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Bali mengemukakan peningkatan kasus kekerasan pada perempuan dan anak di 2018 ini. 

Baru Nikah Sudah Selingkuh Picu Pasangan yang Menikah Muda Lakukan KDRT, Bali Angkanya 100% Lebih

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Bali mengemukakan peningkatan kasus kekerasan pada perempuan dan anak di 2018 ini.

Dari catatan LBH APIK, angka kekerasan di 2018 meningkat 100 persen lebih dari tahun 2017.

Pada 2017 lalu, LBH APIK mencatat sekitar 119 kasus kekerasan.

Sementara saat ini, sudah mencatat kasus kekerasan yang mencapai 248 kasus.

Dari sekian kasusnya, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih menjadi kasus yang mendominasi.

Ketua LBH APIK Bali, Ni Luh Putu Nilawati menjelaskan, tingginya angka KDRT ini utamanya dipicu oleh tingginya angka pernikahan dini.

Pada fase inilah perselingkuhan, perselisihan hingga menyebabkan penelantaran bahkan tindak KDRT rawan terjadi.

"Kasus KDRT bahkan di tahun ini mengalami peningkatan hingga 171 kasus, padahal tahun lalu 83 kasus."

Menurut dia, kondisi ekonomi, psikis dan mental seseorang yang menikah dini bisa dikatakan belum benar siap.

"Dari kasus yang kita dampingi, korban perceraian ini banyak yang dicerai sepihak, dicerai secara adat atau muleh bajang (kembali ke rumah asal)," ungkapnya kepada Tribun-Bali.com saat konferensi pers Catatan Akhir Tahun, Selasa (18/12/2018). (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved