Gubernur Bali Munculkan Ide Festival Seni Bali Jani, Ini yang Akan Dipentaskan

Gubernur Bali, Wayan Koster menjelaskan bahwa terkait dengan event pentas seni budaya akan dibedakan menjadi dua.

Gubernur Bali Munculkan Ide Festival Seni Bali Jani, Ini yang Akan Dipentaskan
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Pelepasan Pawai PKB XL Tahun 2018 di, Renon Denpasar, Sabtu (23/6) lalu. 

Gubernur Bali Munculkan Ide Festival Seni Bali Jani, Ini yang Akan Dipentaskan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pentas Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya telah berakhir pada Sabtu, (8/12/2018) lalu.

Dengan demikian apakah event pentas seni tersebut akan berakhir begitu saja?

Gubernur Bali, Wayan Koster menjelaskan bahwa terkait dengan event pentas seni budaya akan dibedakan menjadi dua.

Di antaranya seni tradisi yang diwadahi melalui Pesta Kesenian Bali (PKB) dan event seni modern.

"Yang sedang digodok tim (event seni modern) itu kira-kira namanya Festival Seni Bali Jani," kata Gubernur Koster saat ditemui awak media usai penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di Gedung Wiswa Sabha Utama Mandala Kantor Gubernur Bali pada Senin (17/12/2018).

Event pentas seni budaya yang akan dilaksanakan Pemprov Bali ini, tidak akan dilaksanakan lagi berdasarkan kelompok usia.

Baca: Revitalisasi Pasar Kerta Waringin Sari Rampung, Ini Fasilitas yang Ada

Baca: Demi Pesta Tuak dengan Temannya, Pemuda Ini Siap Terima Ancaman 7 Tahun Penjara

Baca: TNI AL Denpasar Serahkan 10 Hunian Sementara Bagi Korban Gempa Lombok

Baca: Pasangan Kumpul Kebo Terpanggang di Kamar Kosan, Polisi Temukan Botol Bekas Bensin, Bunuh Diri?

Nantinya, dibedakan berdasarkan jenisnya, berupa seni tradisi dan seni modern.

Di setiap seni tradisi maupun seni modern itu, dijelaskan oleh Gubernur Koster, akan dilombakan juga menurut usia.

"Ada yang usia anak, ada yang udia dewasa. Bahkan dalam sati event itu dia bisa bergabung antara anak muda dan yang dewasa," jelasnya.

Event pentas seni modern itu memang tidak spesifik bernama Bali Mandara Nawanatya atau Bali Mandara Mahalango seperti yang sebelumnya, akan tetapi Gubernur Koster menjelaskan bahwa kedua event sebelumnya itu sudah terakomodir disana.

Pentas seni modern ini akan dipilih pada bulan Oktober dan dilaksanakan selama dua minggu penuh agar tidak berbenturan dengan PKB yang dilaksanakan pada setiap bulan Juni.

Gubernur Koster pun menilai bahwa PKB ini sebagai acara yang sangat bagus dan akan dikembangkan isinya dengan harapan seni yang ditampilkan tidak hanya menampilkan soal pelestarian, akan tetapi juga kemajuan. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved