Seorang Paman di Jembrana Tega Setubuhi Ponakannya yang Masih SMP Hingga Hamil, Ini Tuntutan Jaksa

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya dengan hukuman 10 tahun penjara pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Negara, Senib (17/12).

Seorang Paman di Jembrana Tega Setubuhi Ponakannya yang Masih SMP Hingga Hamil, Ini Tuntutan Jaksa
Istimewa
Ilustrasi kejahatan seksual 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - I Komang Sastika (37) menjadi terdakwa dalam kasus pelecehan anak di bawah umur, MW.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya dengan hukuman 10 tahun penjara pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Negara, Senib (17/12).

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Negara, I Gede Wiraguna Wiradarma mengatakan, jaksa melakukan penuntutan sesuai dengan pertimbangan perbuatan terdakwa. Suastika melanggar pasal 81 tentang perlindungan anak.

Bahkan korban yang merupakan keponakannya sendiri, sampai hamil dan memiliki anak.

"Tuntutan 10 tahun pertimbangannya tindak pidana dengan anak," ucap Gede Wiraguna kepada Tribun Bali.

Hal yang membuat berat tuntutan JPU terhadap terdakwa adalah, korban masih sanak saudara. Terdakwa yang merupakan paman seharusnya menjaga korban, bukannya tega menyetubuhi.

Minimal dari sangkaan pasal persetubuhan anak ini, sambung Wiraguna cukup berat yakni lima tahun penjara.

"Minimalnya lima tahun memang berat sekali. Karena memang selain menyetubuhi, juga karena masih sanak saudara," jelasnya.

Kasus persetubuhan oleh paman terhadap ponakannya ini sudah hampir setahun terbengkalai.

Ada tarik ulur antara jaksa dan polisi. Terutama jaksa menuntut polisi menyediakan unsur bujuk rayu.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved