Tutik Kusuma Wardhani Simakrama di Bangli, Ini Pesannya Kepada Masyarakat

Sebagai anggota DPR RI, merupakan tugasnya untuk menyerap aspirasi masyarakat serta memberikan jalan keluar.

Tutik Kusuma Wardhani Simakrama di Bangli, Ini Pesannya Kepada Masyarakat
Istimewa
Anggota Komisi XI DPR RI dari Partai Demokrat dapil Bali Tutik Kusuma Wardhani (tengah) menggelar simakrama di Desa Kawan, Bangli, Bali, Senin (17/12/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Anggota DPR RI dari Partai Demokrat dapil Bali, Tutik Kusuma Wardhani menggelar acara simakrama (silaturahmi) dan menyerap aspirasi di Desa Kawan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali, Senin (17/12/2018).

Acara simakrama yang digelar di rumah Dewa Supartha (tokoh Desa Kawan) itu dihadiri kelian Banjar Bramana Tegallalang,  kelian Banjar Nyalian, kelian Banjar Griya Desa Kawan, dan kelian dadia yang ada di Desa Kawan. Hadir pula anggota DPRD Kabupaten Bangli, Dewa Anom. 

Sedangkan Tutik didampingi suaminya, I Gede Dharma Wijaya (caleg DPRD Kabupaten Buleleng dari Partai Demokrat), juga Dewa Nyoman Sukrawan.

Tokoh Desa Kawan, Dewa Supartha mengucapkan terima kasih kepada Tutik sebagai anggota DPR RI yang mau menyerap aspirasi mereka.

Tutik mengatakan, sebagai anggota DPR RI, merupakan tugasnya untuk menyerap aspirasi masyarakat serta memberikan jalan keluar untuk permasalahan yang dihadapi masyarakat. 

Tiyang (saya) punya CSR yang sekiranya mampu menjadi peringan beban untuk masyarakat,” ujar Bunda Tutik, panggilan akrabnya, yang maju lagi sebagai caleg DPR RI dapil Bali dari Partai Demokrat pada Pemilu 2019.  

Bunda Tutik menegaskan, dia akan selalu berada di tengah-tengah masyarakat Bali, dan siap menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah di Bali demi terwujudnya pembangunan secara merata. 

“Selain itu, saya tegaskan juga agar masyarakat, khususnya di Bangli dan di Bali secara umum, untuk tetap menjaga toleransi intern dan antarumat beragama, serta menyikapi dengan bijak berita yang tersebar di media massa. Masyarakat jangan sampai terpengaruh berita hoax yang bertujuan memecah-belah persatuan dan kesatuan yang selama ini terjaga dengan sangat baik,” ujar Bunda Tutik. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved