Jelang Ritual Homa Yadnya Pada 22 Desember, Ini Imbauan Ida Peranda Gunung Ketewel Umat Hindu Bali

Persiapan ritual Homa Yadnya yang akan digelar Pedanda se Nusantara di Pasraman Prakerti Bhuana, Kelurahan Beng

Jelang Ritual Homa Yadnya Pada 22 Desember, Ini Imbauan Ida Peranda Gunung Ketewel Umat Hindu Bali
TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Persiapan ritual Homa Yadnya yang akan digelar Pedanda se Nusantara, di Pasraman Prakerti Bhuana, Kelurahan Beng, 22 Desember 2018 ini, sudah mencapai 95 persen. 

Jelang Ritual Homa Yadnya Pada 22 Desember, Ini Imbauan Ida Peranda Gunung Ketewel Umat Hindu Bali

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Persiapan ritual Homa Yadnya yang akan digelar Pedanda se Nusantara di Pasraman Prakerti Bhuana, Kelurahan Beng, 22 Desember 2018 ini, sudah mencapai 95 persen.

Saat ini, umat Hindu di Bali dimintai untuk menghaturkan ‘banten praspejati’ di merajan/sanggah masing-masing.

Praspejati sodan putih kuning ini harus ‘nyejer’ sampai 25 Desember 2018.

Yajamana Karya, Ida Peranda Gunung Ketewel dari Griya Bakbakan Gianyar, Rabu (19/12/2018), ritual yang dianggarkan Rp 1 miliar lebih ini, saat ini sudah rampung 95 persen.

Ida menjelaskan, ritual Homa Yadnya atau Homa Tirta atau Agnisala maupun Surya Kanta bukanlah ritual Agni Hotra.

Homa Yadnya hanya digelar setiap dunia ‘gunjang-ganjing’, yakni terjadinya bencana gempa, gunung meletus, hingga terdegradasinya moral manusia.

Di Bali, kata dia, ritual yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini adalah yang kedua.

Ritual pertama dilksanakan abad ke XVI pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong.

“Ritual ini memiliki konsep Tri Yoga. Melalui yoga kami akan meminta alam dan isinya agar kembali ke posisinya degdeg,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved