Seniman Dua Negara Berpameran di Sanur

Pameran ini digelar di Sudamala Art Space, Sanur, Denpasar, Bali yang bertajuk "Patience is Earth" atau Kesabaran adalah Bumi.

Seniman Dua Negara Berpameran di Sanur
Tribun Bali/Putu Supartika
Beberapa karya yang akan dipamerkan dalam Patience is Earth, di Sudamala Art Space, Sanur, Denpasar, Rabu (19/12/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rabu (19/12/2018) sore akan digelar pameran bersama antara China dan Indonesia.

Pameran ini digelar di Sudamala Art Space, Sanur, Denpasar, Bali yang bertajuk "Patience is Earth" atau Kesabaran adalah Bumi.

Sebanyak 16 seniman dari kedua negara ini akan terlibat dalam pameran tersebut.

Keenambelas seniman itu yaitu Liu Feu, Teng Shengsheng, D. Tjandra Kirana, Ketut Jaya (Kaprus), Loka Suara, Made Dollar Astawa, Made Duatmika, Made Gunawan, Made Kaek, Made Somadita, Made Wiradana, Polenk Rediasa, Nyoman Sujana Kenyem, Putu Edy Asmara, Sutjipta Adi, Wayan Redika.

Dari 16 seniman tersebut, 14 seniman asal Bali dan dua orang dari Tiongkok.

Lukisan tersebut menggunakan bahan Rice Paper.

Tema yang ditampilkan pun beragam mulai dari alam, penokohan hingga pewayangan.

Ketua Komunitas Rice Paper, Made Kae mengatakan pameran ini untuk menjawab tantangan dari Djaja Tjandra Kirana.

"Pameran ini bermula dari tantangan yang dilontarkan oleh Djaja Tjandra Kirana yang meminta untuk membuat pameran dengan bahan rice paper. Kami menjawab tantangan beliau dan diluar ekspektasi kami," katanya.

Salah seorang seniman, Made Dolar Astawa mengaku dirinya memamerkan dua lukisan yang berjudul "Ngisep Sari".

Lukisannya bercerita tentang kehidupan yang harus fokus pada satu titik tujuan. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved