Timnas Indonesia

Disebut Terlibat Kasus Match Fixing di Final Piala AFF 2010, Begini Komentar Firman Utina

Tim asuhan Alfred Riedl itu secara mengejutkan kalah 0-3 dari Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.

Disebut Terlibat Kasus Match Fixing di Final Piala AFF 2010, Begini Komentar Firman Utina
Doc. Bola
mantan kapten Timnas Indonesia di Piala AFF 2010, Firman Utina 

TRIBUN-BALI.COM - Kapten timnas Indonesia di Piala AFF 2010, Firman Utina, membantah bahwa kegagalan timnya meraih gelar juara di ajang tersebut karena faktor match fixing atau pengaturan skor.

Menurut Firman Utina, timnas Indonesia kalah dari Malaysia karena faktor terlalu percaya diri.

Baca: RESMI! PSSI Tunjuk 4 Sosok ini Jadi Pelatih Timnas Senior, U22, U16 dan Timnas Putri

Baca: Gede Sukadana Diincar 5 Klub Besar Setelah Dibuang Bali United dan Curhat Sedih Istri Viral

Baca: Janda Anak Satu Ditangkap di Jalan Tukad Badung, Tak Disangka Hidupi Keluarga dengan Cara ini

Baca: Rahasia Suzanna Terungkap, Berisi Tentang Sakit Hati Hingga Pemberlakuan Jasad yang Tak Lazim

Timnas Indonesia harus mengubur impian meraih gelar juara Piala AFF 2010 setelah kalah agregat 2-4 dari Malaysia dalam dua pertandingan. 

Isu match fixing terjadi karena pada pertemuan pertama.

Tim asuhan Alfred Riedl itu secara mengejutkan kalah 0-3 dari Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.

Padahal secara hitung-hitungan, timnas Indonesia berpeluang besar meraih gelar juara di ajang bergengsi se-Asia Tenggara tersebut. 

 Pasalnya, pada babak penyisihan grup, timnas Indonesia kala itu menang telak 5-1 melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat.

“Kami ini termasuk orang-orang yang patah hati waktu itu karena sudah di atas kertas akan meraih gelar juara di ajang tersebut tapi ternyata gagal,” kata Firman Utina di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018).

Menurut Firman Utina, banyak kendala yang terjadi kepada timnas Indonesia jelang laga melawan Malaysia termasuk dirinya. 

 
Pemain berposisi gelandang itu mengaku pada semifinal leg kedua melawan Filipina seharusnya ia tidak bermain karena harus operasi untuk memulihkan cedera pada bagian lututnya. 

Halaman
12
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved