Jelang Nataru, 56 Kapal Disiapkan di Pelabuhan Gilimanuk

Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pihak syahbandar Pelabuhan Gilimanuk menyediakan 56 kapal.

Jelang Nataru, 56 Kapal Disiapkan di Pelabuhan Gilimanuk
Tribun Bali/Made Ardhiangga
Suasana penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk di pos pemeriksaan KTP, Rabu (19/12/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pihak syahbandar Pelabuhan Gilimanuk menyediakan 56 kapal. Peningkatan jumlah armada kapal penumpang itu sudah dimulai sejak, Rabu (19/12/2018), kemarin.

Kapala Syahbandar Gilimanuk, Nyoman Suryanta menjelaskan, setiap harinya disediakan 32 kapal yang beroperasi. Namun untuk Nataru maka akan ada 56 kapal. Hanya saja, peningkatan kapal ini tidak berpengaruh pada operasi.

"Ada 56 kapal yang kami sediakan. Untuk 32 itu memang sehari-harinya seperti itu (yang beroperasi)," ucapanya dikonfirmasi Tribun Bali.

Di bagian lain, General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk, Solikin menyatakan, untuk pengunaan jasa memang ada peningkatan. Namun peningkatanya tidak terlalu signifikan dan masih tergolong normal. Tidak ada antrean maupun percepatan bongkar muat.

"Kapal yang dioperasikan masih tetap 32 unit dengan jumlah muatan yang standar dan waktu normal. Kapal-kapal yang kami operasikan rata-rata berkapasitas besar dan belum sampai ada yang kepenuhan muatan,” paparnya.

Jumlah pengguna jasa penyeberangan Gilimanuk memang semakin ramai dibanding hari-hari sebelumnya. Penumpang kapal, baik pejalan kaki, motor roda dua maupun mobil pribadi, cukup tampak volume peningkatannya ke Jawa.

"Untuk yang menyeberang ke Jawa atau ke Bali megalami peningkatan," ungkapnya.

Seorang petugas loket mengakui sejak tiga hari belakangan jumlah penumpang menyeberang ke Jawa memang ada peningkatan. Biasanya terjadi pada pagi dan malam hari.

"Ada nampak ke Jawa tiga harian terakhir ini," ungkapnya.

Selain peningkatan penumpang dari Bali ke Jawa, peningkatan juga terjadi ketika penumpang atau wisatawan domestik ke Bali. Wisatawan domestik sebagian besar menggunakan mobil pribadi yang berasal dari Surabaya, Yogyakarta, Malang dan daerah lainnya.

Wisatawan asal Yogya, Andik mengaku, memilih berwisata ke Bali karena bertepatan juga dengan liburan sekolah. Bahkan, tahun lalu ia sempat batal ke Bali karena Gunung Agung erupsi. Sekarang karena sudah aman saya bersama keluarga dan kebetulan anak-anak juga minta liburan ke Bali.

"Karena aman, Bali selalu jadi pilihan," kata dia. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved