Umat Hindu Diimbau ‘Nyejer’ Praspejati Untuk Persiapan Ritual Homa Yadnya

Homa Yadnya hanya digelar setiap dunia ‘gunjang-ganjing’, yakni terjadinya bencana gempa, gunung meletus, hingga terdegradasinya moral manusia.

Umat Hindu Diimbau ‘Nyejer’ Praspejati Untuk Persiapan Ritual Homa Yadnya
Tribun Bali / I Wayan Eri Gunarta
Ida Peranda Gunung Ketewel menunjukkan agnipakundan yang menjadi piranti utama ritual Homa Yadnya, Rabu (19/12/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Persiapan ritual Homa Yadnya yang akan digelar para pedanda se Nusantara di Pasraman Prakerti Bhuana, Kelurahan Beng, pada 22 Desember 2018 nanti sudah mencapai 95 persen.

Saat ini, umat Hindu di Bali diminta untuk menghaturkan ‘banten praspejati’ di merajan/sanggah masing-masing.

Praspejati sodan putih kuning ini harus ‘nyejer’ sampai 25 Desember 2018.

Yajamana Karya, Ida Peranda Gunung Ketewel dari Griya Bakbakan Gianyar mengatakan, ritual yang dianggarkan Rp 1 miliar lebih ini sudah rampung 95 persen kemarin.

Ida menjelaskan, ritual Homa Yadnya atau Homa Tirta atau Agnisala maupun Surya Kanta bukanlah ritual Agni Hotra.

Homa Yadnya hanya digelar setiap dunia ‘gunjang-ganjing’, yakni terjadinya bencana gempa, gunung meletus, hingga terdegradasinya moral manusia.

Di Bali, kata dia, ritual yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini adalah yang kedua.

Ritual pertama dilaksanakan abad ke XVI pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong.

“Ritual ini memiliki konsep Tri Yoga. Melalui yoga kami akan meminta alam dan isinya agar kembali ke posisinya degdeg,” ujarnya.

Ida Peranda menegaskan, pelaksanaan ritual ini juga tetap memadukan kearifan lokal, yakni seni dan budaya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved