Rudenim Denpasar Tegaskan Perpres Tentang Keimigrasian Sebagai Fungsi Utama

Rudenim Denpasar, Bali menegaskan Perpres 125 tahun 2016 terkait penanganan pengungsi dari luar negeri sebagai fungsi utama

Rudenim Denpasar Tegaskan Perpres Tentang Keimigrasian Sebagai Fungsi Utama
Dokumentasi Imigrasi/Arya Dewanata
Rapat terkait penyusunan Organisasi dan Tata Kerja (orta) Rumah Destinasi Imigrasi (Rudenim) di Kantor Rudenim Denpasar, Jalan Raya Uluwatu, No 108, Jimbaran, Kuta Selatan, Kamis (20/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Rumah Destinasi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, Bali menegaskan Perpres 125 tahun 2016 terkait penanganan pengungsi dari luar negeri sebagai fungsi utama.

Saroha Manulalang selaku Kepala Kantor Rudenim Denpasar, Bali ditemui ketika rapat terkait penyusunan Organisasi dan Tata Kerja (orta) Rumah Destinasi Imigrasi (Rudenim), bersama Kepala Bagian Peraturan Perundang-undangaan Kelembagaan Direktorat Jenderal Imigrasi Jakarta, ia mengatakan, pembahasan Perpres 125 tahun 2016 mendorong Kementerian Kelembagaan Direktorat Jenderal Imigrasi datang secara langsung ke Bali, dengan melihat jumlah kunjungan wisatawan asing tertinggi di Indonesia.

"Tentu ini akan selaras dengan peningkatan pelanggaran keimigrasian, dan tidak menutup kemungkinan di sini pula ada pengungsi," ujarnya saat ditemui di Kantor Rudenim Denpasar, Jalan Raya Uluwatu, No 108, Jimbaran, Kuta Selatan, Kamis (20/12/2018).

Dikatakannya, para pengungsi ini ada dua bagian yaitu yang sudah terdaftar di Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) atau dalam pengawasan Rudenim, dan ada yang mandiri.

"Nah, yang mandiri ini tinggal sendiri, namun ia pemegang kartu. Inilah yang perlu diawasi bersama dengan fungsi Perpres," ungkapnya.

Dengan memiliki fungsi Rudenim sesuai pasal 1 ayat 33 Undang-undang No 6 tahun 2011 tentang keimigrasian, Rudenim adalah tempat pelaksanaan teknis sebagai tempat penampungan sementara bagi yang akan kembali ke negaranya dalam rangka pemulangan maupun deportasi.

"Maka dari itu pihak masyarakat maupun stakeholder terkait jangan diam, mari diawasi bersama. Jika teridentifikasi pengungsi, silakan dikonfirmasikan ke Rudenim. Agar dicek identitasnya, apakah betul-betul pengungsi legal atau tidak," harapnya.

Kepala Sub Bagian Peraturan Perundang-undangaan Kelembagaan Direktorat Jenderal Imigrasi Jakarta, Tri Anggraini menambahkan, tujuan kunjungan ke Bali adalah untuk melakukan uji petik penanganan pengungsi dari luar negeri.

"Adanya Perpres tersebut harus diikuti dengan restrukturisasi, khususnya restrukturisasi orta," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved