Dinas Pertanian Dorong Petani Pakai Pupuk Organik

Untuk menjaga ekosistem tanah dan habitat alam, pemerintah terus mendorong masyarakat khususnya para petani untuk menggunakan pupuk organik

Dinas Pertanian Dorong Petani Pakai Pupuk Organik
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Nyoman Budana saat ditunjukkan padi organik di Banjar Belulang pada Sabtu (22/12/2018). 

"Langkah yang dilakukan oleh lembaga peduli lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan pupuk organik, dan sistem bertani secara efektif bisa menghasilkan panen dua kali lipat dari sebelumnya," tambahnya kepada Tribun Bali.

Ketua Yayasan Komunitas Organik Indonesia, Christoper Emil Jayadinata mengungkapkan, masyarakat petani Subak Paselatan, Belulang diajak mengubah pola pikir dalam menanam padi.

Para petani diajak untuk tidak lagi menggunakan pupuk anorganik seperti Urea dan Pestisida, serta tidak lagi membakar jerami seusai panen.

"Metode yang kami gunakan dalam SSA adalah dengan 'System of Rice Intensification Organic (SRI)' dan mulai diterapkan pada pengolahan persiapan lahan, penyemaian hingga penanaman dan pemeliharaan," ujar Emil.

Emil menjelaskan bahwa program Sawah Selaras Alam (SSA) tersebut diawali dengan mengubah pola pikir masyarakat, dimana para petani diajak untuk komitmen tidak lagi menggunakan pupuk anorganik saat menjelang penanaman, serta tidak menggunakan pestisida untuk pemeliharaannya.

"Percontohan pada SSA ini sudah diawali dengan penyiapan lahan seluas 45 are. Dari pola tanam tersebut sudah menunjukkan hasil yang baik, mulai dari tanaman padi yang ditanam, tumbuh batangnya dua kali lipat. Ini artinya hasil panen yang diharapkan akan melebihi dari panen sebelumnya," jelasnya.

Sementara itu, Jro Nyoman Suartana selaku Klian Subak Paselatan, Belulang berharap dengan metode yang digunakan pada sistem tanam padi ini dapat menghasilkan panen yang lebih besar dan meningkat kedepannya.

"Dari percontohan ini sudah menunjukkan hasil yang sangat bagus. Oleh karena itu, kedepannya diharapkan kepada petani akan mengikuti pola seperti ini. Bahkan dari nilai hasil bahwa beras organik harganya lebih mahal, masyarakat saat ini tetap mencari makanan-makanan dengan sistem organik, salah satunya beras," ujar Jro Suartana.

Jro Suartana juga mengungkapkan, setidaknya dengan metode SSA nantinya dapat membangkitkan semangat petani khususnya di Kabupaten Tabanan untuk mempertahankan 'Lumbung Beras', yang menjadi ikon atau ciri khas kabupaten ini dengan hasil organik.

Dalam hal lainnya, Camat Penebel IGA Supartiwi juga sangat mendukung langkah serta gerakan kelompok petani di Subak Paselatan, Bululang, Desa Mengesta ini.

Halaman
123
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved