Banjir Bandang di Jembrana

Banjir Bandang Pernah Terjang Jembrana Belasan Tahun Lalu; Warga Sebut Tahun Ini Terdahsyat

banjir bandang tersebut menghanyutkan batang kayu-kayu besar dan menerjang sejumlah rumah warga serta menyebabkan jembatan Biluk Poh sampai putus

Banjir Bandang Pernah Terjang Jembrana Belasan Tahun Lalu; Warga Sebut Tahun Ini Terdahsyat
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Kondisi Lingkungan Bilok Poh, Kelurahan Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, usai diterjang banjir bandang setinggi 1,5 meter, Sabtu (23/12/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Dalam sekejap air di Sungai Biluk Poh di Desa Tegalcangkring-Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, meluap hingga masuk ke rumah-rumah warga, Sabtu (22/12/2018) pukul 23.30 Wita. Parahnya, banjir bandang tersebut menghanyutkan batang kayu-kayu besar dan menerjang sejumlah rumah warga serta menyebabkan jembatan Biluk Poh sampai putus.

Banjir membuat puluhan rumah terendam, dan lumpur setebal 0,5 sentimeter berserakan di seluruh halaman dan dalam rumah warga. Sekurangnya 34 rumah warga tersapu air luapan sungai dan belasan ternak warga hanyut.

Bencana yang datang tiga hari menjelang Hari Raya Galungan ini, membuat warga harus mengelus dada. Mereka terancam tak bisa magalungan karena seluruh harta bendanya tersapu banjir.

Seperti yang diungkapkan korban banjir bandang, Ni Ketut Joni (65), warga Biluk Poh Kangin.

Dadong Joni kini bingung harus berbuat apa. Masalahnya, sebentar lagi akan Galungan, sedangkan rumahnya tersapu banjir bandang.

"Kenken tiang niki Pak? Buung kal tiang Magalungan, samian telas uyak banjir. Tulungin tiang Pak (Gimana sekarang saya Pak? Batal nanti saya Rayakan Galungan, semua ludes dibawa banjir. Bantu saya Pak," ucapnya kepada awak media, Minggu (23/12/2018).

Dadong Joni merupakan janda yang masuk dalam KK warga miskin. Hartanya tidak ada yang tersisa. Tiga ekor babinya hanyut dibawa banjir, pakaian, hingga jejaitan untuk Galungan semuanya hanyut.

"Semua habis Pak," lirihnya sembari berlinang air mata.

Banjir bandang yang terjadi tengah malam itu juga merobohkan palinggih penunggu karang di rumahnya. 

Dadong Joni pun mengaku tidak memiliki uang untuk membuat, apalagi membeli, perlengkapan untuk Galungan yang telah lenyap dibawa banjir,

Halaman
1234
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved