Banjir Bandang di Jembrana

Jembatan Penghubung Banjar Penyaringan dan Anyar Tengah Putus Akibat Banjir Bandang

jembatan sepanjang 100 meter dengan lebar 10 meter yang menghubungkan Banjar Penyaringan dan Banjar Anyar Tengah putus

Jembatan Penghubung Banjar Penyaringan dan Anyar Tengah Putus Akibat Banjir Bandang
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Jembatan penghubung antara Banjar Penyaringan dan Banjar Anyar Tengah putus akibat terjangan banjir bandang di Jembrana, Sabtu (24/12/2018) malam lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dampak banjir bandang di Jembrana yang terjadi Sabtu (22/12/2018) malam lalu, membuat jembatan sepanjang 100 meter dengan lebar 10 meter di Banjar Penyaringan, Desa Penyaringan, Mendoyo, Jembrana putus dan tidak bisa diakses.

Warga Banjar Penyaringan, Ketut Sudiatmika mengaku akses jembatan menghubungkan Banjar Penyaringan dan Banjar Anyar Tengah.

Akses jembatan merupakan jalanan yang sering dilintasi untuk bisa sampai ke Jembatan Yeh Buah.

"Jalan sering dilalui warga. Karena memang jalan yang penting digunakan warga," ucapnya, Senin (24/12/2018).

Saat ini warga di dua banjar tersebut harus memutar untuk menuju wilayah seberangnya.

Menurut pengakuan Sudiatmika, ia termasuk warga yang terdampak bencana banjir bandang di Jembrana.

Seekor sapinya masih beruntung bisa diselamatkan saat kejadian sekira pukul 23.30 Wita, Sabtu (22/12/2018) malam itu.

"Yang punya kakak, mati di tempat. Terlambat mengambil. Rumah kakak juga hancur," jelasnya.

Jembatan penghubung antara Banjar Penyaringan dan Banjar Anyar Tengah putus akibat terjangan banjir bandang di Jembrana, Sabtu (24/12/2018) malam lalu.
Jembatan penghubung antara Banjar Penyaringan dan Banjar Anyar Tengah putus akibat terjangan banjir bandang di Jembrana, Sabtu (24/12/2018) malam lalu. (Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana)

Pantauan Tribun Bali di lokasi, jembatan putus tersebut terletak sekitar 2 kilometer ke arah utara dari wilayah paling terdampak banjir, Biluk Poh.

Jembatan sepanjang 100 meter yang sudah di hot mix itu jebol hingga terseret arus, sejauh 50 meter.

Sisa Jembatan yang jebol berada di sisi timur dan barat sungai.

Sampah kayu hutan tampak terserak di jalan menuju jembatan.

Warga pun ramai-ramai melihat akses jalan yang terputus.(*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved