Kekidung Bali Iringi Malam Misa di Gereja Paroki Tritunggal Mahakudus

Para jemaat yang mengenakan pakaian adat Bali dengan lilin di tangan ini terlihat khusyuk melantunkan tembang kekidung

Kekidung Bali Iringi Malam Misa di Gereja Paroki Tritunggal Mahakudus
Tribun Bali/Rizal Fanany
Nyalakan lilin – Jemaat menyalakan lilin malam misa Natal di Gereja Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Dalung, Badung, Senin (24/12/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Lantunan kekidung Bali menggema mengiringi malam misa Natal di Gereja Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Dalung, Badung, Senin (24/12/2018).

Para jemaat yang mengenakan pakaian adat Bali dengan lilin di tangan ini terlihat khusyuk melantunkan tembang kekidung.

Ketua 1 Dewan Pastoral Paroki Tritunggal Mahakudus Tukang, Guido I Gusti Ngurah Dharmadi mengatakan adat budaya Bali masih melekat di jemaatnya, bisa dilihat dari pakaian jemaat yang masih mengenakan kebaya, arsitektur gereja yang masih kental dengan arsitektur Bali bercampur Eropa, dan tembang dan kekidung yang dibawakan oleh koor gereja juga sangat identik. 

"Kami orang Bali tidak bisa melepaskan adat dan budaya, dari tahun ke tahun memakai pakaian adat dan lagu-lagu kekidungan Bali selalu dikumandangkan saat Natal, ornamen gereja pun tak lepas dari gaya Bali," katanya.

Ngurah memaparkan tema tahun ini bertajuk ‘Yesus Hikmat Bagi Kita’.

Dia bersyukur sepanjang tahun ini pihak gereja dan jemaat merayakan beberapa perayaan, seperti menasbihkan 2 imam baru, menjadi hadiah Natal bagi umat yang berjumlah 2.000 orang jemaat dari 500 kepala keluarga.

Betlehem of Bali Ini mempunyai 2.000 orang jemaat dan rencananya tahun ini mulai mengumpulkan dana untuk membangun gereja baru. (*)

Penulis: Rizal Fanany
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved