Bongkar 3 Macam Transaksi Ilegal Turis China di Bali, AHDI: 80 Persen Gunakan Mata Uang Renminbi

Tak heran, Bali juga membukukan transaksi yang cukup tinggi dari wisatawan asing yang datang ke sana.

Bongkar 3 Macam Transaksi Ilegal Turis China di Bali, AHDI: 80 Persen Gunakan Mata Uang Renminbi
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah petugas Satpol PP Bali melakukan sidak di sejumlah toko di kawasan Dewi Sri, Kuta, Rabu (24/10/2018). Sidak ini digelar terkait wisatawan China dipaksa berbelanja di sejumlah toko yang diduga mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) asal China tanpa izin. 

Laporan Reporter Kontan, Galvan Yudistira

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia menjadi salah satu pilihan favorit salah turis mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

Tak heran, Bali juga membukukan transaksi yang cukup tinggi dari wisatawan asing yang datang ke sana.

Namun sayangnya, tidak semua transaksi yang dilakukan turis asing, terutama wisatawan asal China bersifat legal.

Rudy Ramli, Presiden Direktur PT Alto Halodigital International (AHDI), anak usaha switching Alto mengatakan, ada beberapa transaksi dengan mata uang China di Bali yang ilegal.

 
“Misalkan ada orang China yang jualan barang di Bali, kemudian ketemu dengan turis China lain, dan karena mereka terbiasa transaksi menggunakan WeChat dan Alipay maka mereka akan melakukannya,” kata Rudy kepada kontan.co.id, Selasa (25/12).

Transaksi ini terjadi karena bisa dilakukan lewat WeChat. Namun memang akhir akhir ini untuk Alipay susah dilakukan.

Hal ini karena tidak seperti WeChat pay, menurut Rudy Alipay sudah mengikuti aturan yang dibikin Bank Indonesia (BI).

Baca: Turis China ke Bali Turun 6,65 Persen, Dampak Terbongkarnya Praktik Zero Tour Fee

 
Rudy memperkirakan beberapa merchant di Bali yang melayani transaksi WeChat Pay, 20% menggunakan rupiah, sedangkan sebagian 80% menggunakan renminbi.

Karena itu, ADHI bersama dengan Pemda dan BI Bali segera akan melakukan razia merchant WeChat ilegal yang menggunakan mata uang renminbi.

Rudy mencatat ada tiga jenis transaksi renminbi di Bali.

Pertama adalah transaksi WeChat Pay transfer peer to peer lending dalam renminbi.

Kedua adalah transaksi kartu Union Pay lewat EDC memakai wifi dari China. Sedangkan ketiga adalah memakai voucher renminbi dari aplikasi Dian Ping.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tiga Macam Transaksi Ilegal Turis Asal China yang Gunakan Renminbi di Bali

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved