Gunung Agung Terkini

Gunung Agung Menuju Titik Keseimbangan Meski Potensi Erupsi Ada, Begini Penjelasan dari PVMBG

Aktivitas Gunung Agung saat ini berada fase menuju titik equilibirium (seeimbang), atau stabilitas baru.

Gunung Agung Menuju Titik Keseimbangan Meski Potensi Erupsi Ada, Begini Penjelasan dari PVMBG
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Gunung Agung terkini dilihat dari Desa Bugbug, Karangasem, Jumat (15/6/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Aktivitas Gunung Agung saat ini berada fase menuju titik equilibirium (seimbang), atau stabilitas baru.

Ini terlihat dari aktivitas kegempaan tiap harinya yang mengalami penurunan. Seperti hembusan dan gempa vulkanik.

Kepala Sub - Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Api Wilayah Timur, PVMBG, Devy Kamil Syahbana mengungkapkan, jika Giri Tohlangkir berada pada fase menuju equlibirium.

Untuk jadi normal butuh waktu satu tahun.

"Untuk menuju stabilitas baru perlu waktu. Melihat sejarah, stabilitas baru Gunung Agung tak dicapai dengan cepat. Erupsi 1963, butuh waktu minimal setahun agar berhenti erupsi,"jelas Devy Kamil Syahbana ditemui sekitar Pos Pengamatan Agung, Rabu (26/12/2018), .

Ditambahkan, Gunung Agung terakhir mengalami erupsi yakni 27 Juli 2018.

Seandainya dihitung dari terakhir erupsi hingga sekarang belum sampai 1 tahun. Sampai hari ini (kemarin) belum terekam erupsi, tapi gempa vulkanik masih tetap terekam.

"Makanya potensi erupsi masih tetap ada. Radius bahaya masih sekitar 4 kilo dari puncak Gunung. Statusnya masih siaga, dengan radius bahaya sekitar 4 kilometer dari puncak,"tegas Kamil Syahbana.

Pria asli Bandung, Jawa Barat ini menjelaskan, sejak akhir Juli hingga hari ini (kemarin) Gunung Agung tak alami erupsi.

Penyebabnya karena kondisi geologi sekitar. Satu diantaranya gempa Lombok. Setelah gempa, erupsi tidak ada sama sekali.

Halaman
123
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved