Apakah Paru-paru Perokok Bisa Sembuh Jika Berhenti Merokok?

Kabar baiknya, saat individu berhenti merokok, paru-paru dapat menyembuhkan dirinya sendiri sampai taraf tertentu

Apakah Paru-paru Perokok Bisa Sembuh Jika Berhenti Merokok?
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Asap rokok tentu berdampak pada kesehatan tubuh. Paru-paru dan saluran udara merupakan dua area yang paling parah terkena dampaknya.

Saat seseorang menghirup senyawa kimia yang ada pada asap rokok, lapisan halus pada paru-paru mengalami radang dan iritasi.

Beberapa jam setelah seseorang merokok, bulu-bulu halus atau silia yang melapisi dan bertugas membersihkan paru-paru menjadi lumpuh.

Sementara dan menjadi kurang efektif dalam membersihkan lendir dan kotoran lain, seperti partikel debu, dari saluran udara.

Silia yang tak berfungsi maksimal ini kemudian menyebabkan penumpukan lendir yang terakumulasi dalam saluran udara, menyumbatnya dan memicu batuk.

Pada gilirannya, tumpukan lendir dapat menyebabkan kerusakan paru yang lebih parah, seperti bronkhitis kronis.

Lantas, bagaimana jika seseorang berhenti merokok? Mungkinkah kerusakan pada paru-paru bisa kembali pulih?

“Kabar baiknya, saat individu berhenti merokok, paru-paru dapat menyembuhkan dirinya sendiri sampai taraf tertentu,” kata Dr. Norman Edelman, penasehat ilmiah senior untuk American Lung Association dan spesialis pengobatan paru.

Lebih lanjut Elderman menjelaskan bahwa ketika seseorang berhenti merokok, pembengkakan pada permukaan paru-paru dan saluran udara akan mereda.

Produksi lendir oleh sel-sel paru berkurang, silia baru tumbuh dan membersihkan sekresi lendir dengan lebih baik.

Halaman
12
Editor: Widyartha Suryawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved