Banjir Bandang di Jembrana

Bupati Jembrana Minta Dinas Gerak Cepat, Warga Miskin Jadi Prioritas Bedah Rumah 2019

Puluhan rumah di sepanjang aliran sungai Biluk Poh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana tampak rusak

Bupati Jembrana Minta Dinas Gerak Cepat, Warga Miskin Jadi Prioritas Bedah Rumah 2019
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Warga korban banjir bandang mengungsi di Bale Posko terpadu di Lingkungan Biluk Poh, Mendoyo, Jembrana, Senin (24/12/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Banjir bandang yang menyapu Lingkungan Biluk Poh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring dan Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, pada Sabtu (22/12/2018) malam, menyisakan puing-puing bangunan dan material lumpur.

Puluhan rumah di sepanjang aliran sungai Biluk Poh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana tampak rusak, dan belum ada penanganan untuk pembangunan kembali.

Debit air Sungai Biluk Poh meningkat drastis pada Sabtu akibat hujan lebat yang turun sejak sore hari.

Kerusakan akibat banjir bandang itu juga diperparah dengan gelondongan berbagai batang kayu yang hanyut bersama aliran sungai.

Hingga Rabu (26/12/2018), tercatat ada 55 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir bandang, Mendoyo, Jembrana.

Sebagian dari warga terdampak kini tinggal di Posko Terpadu, Gang Semangka Lingkungan Biluk Poh.

Bupati Jembrana, I Putu Artha menyiapkan solusi pada 2019 nanti, yakni bedah rumah khusus untuk KK miskin yang terdampak parah banjir bandang.

Artha meminta dinas terkait segera mendata dan memberikan prioritas.

"Tolong dinas terkait memrioritaskan warga," ucap Artha, Rabu (26/12/2018).

Terkait perbaikan infrastruktur, yakni putusnya jembatan penghubung di Banjar Penyaringan, akan dibangun jembatan baru sebagai gantinya.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved