Meski Belum Diresmikan, Objek Wisata Penelokan Kintamani Mulai Dipenuhi Wisatawan

Meski belum diresmikan, Objek Wisata Penelokan Kintamani mulai dipenuhi wisatawan domestik maupun mancanegara

Meski Belum Diresmikan, Objek Wisata Penelokan Kintamani Mulai Dipenuhi Wisatawan
Tribun Bali/Fredey Mercury
Sejumlah wisatawan bersfawoto dengan latar Gunung dan Danau Batur di Objek Wisata Penelokan Kintamani, Jumat (28/12/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Objek Wisata Penelokan, Kintamani telah kembali dibuka. Sontak para wisatawan lokal maupun mancanegara yang kebetulan melintas mampir menikmati suasana alam dan berswafoto, Jumat (28/12/2018).

Revitalisasi objek wisata yang menyuguhkan panorama Gunung dan Danau Batur itu sejatinya belum tuntas. Sejumlah pekerja, maupun bahan-bahan bangunan masih terlihat di sekitar objek wisata.

Kepala Dinas Pariwisata, I Wayan Adnyana menegaskan jika proyek revitalisasi di Objek wisata panorama Penelokan sudah selesai digarap sesuai dengan kontrak yakni pada tanggal 22 Desember 2018.

“Sudah selesai sesuai dengan kontrak. Kalau tidak salah tanggal 22 Desember. Para pekerja yang masih berada di sana, itu bukan mengerjakan (membuat bangunan, red). Mereka hanya melakukan pemeliharaan ringan saja,” ujarnya.

Adnyana juga mengatakan, meski telah banyak dikunjungi wisatawan, objek wisata yang perbaikannya memakan anggaran senilai Rp 12,6 miliar ini belum secara resmi dibuka untuk umum.

Seremonial peresmian objek wisata, lanjutnya, dijadwalkan pada Januari 2019 mendatang.

Meskipun acara peresmian belum berlangsung, banyaknya wisatawan yang telah mulai berkunjung tidak membuat pihaknya khawatir akan terjadinya kerusakan di bagian objek wisata.

Menurutnya, kerusakan tetap menjadi tanggung jawab pihak rekanan mengingat masa pemeliharaan sesuai dengan kontrak berlaku selama satu tahun.

Dijelaskan pula, Objek Wisata Penelokan terdiri dari dua lantai. Pada lantai dasar, merupakan sebuah stage atau tempat pementasan yang diperkirakan mampu menampung hingga 100 orang.

Di stage ini, ujar Adnyana, nantinya akan menampilkan sejumlah kesenian yang berkaitan dengan kearifan lokal Bangli dalam jangka waktu sebulan atau dua bulan sekali.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved