Tinggalkan Plastik, Stand HIPMI Denpasar Sediakan Sedotan Bambu dan Sendok Kayu

Stan "Mai Ngejinggo lan Ngopi" adalah salah satu stan Denfest 2018 milik HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Denpasar

Tinggalkan Plastik, Stand HIPMI Denpasar Sediakan Sedotan Bambu dan Sendok Kayu
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Rahma Sari Yuna (baju putih) ketua panitia, Genio Ardi Suark (baju merah) wakil ketupat dan anggota HIPMI Denpasar memegang produk non plastik yang disediakan di stan "Mai Ngejinggo Lan Ngopi" Denfest 2018, Kilometer Nol, Puputan Badung, Denpasar, Bali, Jumat (28/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali,Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Stan "Mai Ngejinggo lan Ngopi" adalah salah satu stan Denfest 2018 milik HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Denpasar, yang berada di titik kilometer nol, depan rumah dinas Gubernur Bali, Puputan Badung, Bali.

HIPMI Denpasar membawahi 10 HPT (Himpi Perguruan Tinggi) Bali diantaranya Unud, Warmadewa, Undiknas, STD, Primakara, Alfa Prima, Mahasaraswasti, Ngurah rai, Unhi, Mahendradata.

HIMPI Denpasar menekankan bahwa tidak menggunakan bahan plastik untuk mengikuti Pergub No. 97 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

"Kami di stan HIMPI Denpasar sudah menerapkan bahwa tidak pakai tas-tas kresek sama sekali, dan gelas plastik juga enggak dan kita pakai daun, paper cup dan bungkus makanan itu kami pakek paper bag. Tapi itupun masih kami kenakan cash lagi," jelas Rahma Sari Yuna (26) ketua panitia HIPMI Denpasar.

Paper bag dikenakan cash Rp 2 ribu, sedotan bambu dikenakan cash Rp 2.500, sendok kayu dan paper cup diberikan gratis karena sudah include dengan makanan dan minuman.

Pengunjung bisa membeli 1 paket berisi 5 sedotan bambu dan 1 sikat pembersih dengan harga Rp 20 ribu.

Produk non plastik yang disediakan di stan
Produk non plastik yang disediakan di stan "Mai Ngejinggo Lan Ngopi" Denfest 2018. (Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati)

"Sampai kami tidak jual air minum botolan. Jadi kalau mereka mau minum air mineral itu mereka refill sendiri dari air galon. Kami juga pengen ikut Pergub untuk mengurangi sampah plastik," tambahnya.

Diakuinya, dulu dalam sehari bisa menghasilkan sampah plastik sebanyak 10 kantong kresek besar.

Beberapa pengunjung kaget dengan tidak disediakan tas kresek, penggunaan sendok kayu dan tidak dijual minuman botol plastik.

"Beberapa pengunjung masih belum terbiasa dengan hal-hal itu. Tapi kalau tidak kita mulai sekarang, kapan lagi sih kita bener-bener nggak pakek bahan plastik," ucapnya.

100 buah tas gratis dari @denpasarnow juga bisa didapatkan di stan "May Ngejinggo Lan Ngopi" kemarin, Jumat (28/12/2018).

"Mungkin besok juga masih dibawain lagi. Pengunjung yang belanja ke stan ini mereka boleh ambil gratis, kalaupun tidak belanja tapi mau tasnya boleh juga sih ngambil," tutupnya. (*)

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved