Bali Paradise

Yuk Coba Lawar Gurita di Denpasar Festival

Nikmati lawar gurita yang khas milik Putu Agus Adi Putra di Denpasar Festival

Yuk Coba Lawar Gurita di Denpasar Festival
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Stan lawar gurita di Denfest tahun 2018 Sabtu (29/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Usaha kuliner lawar gurita mulai digeluti Putu Agus Adi Putra sejak tahun 2012.

Awalnya ia menggunakan garasi di depan rumahnya untuk menjual lawar gurita.

Kini, warungnya sudah semakin luas, bahkan ia pun memanfaatkan ruang tamu di rumahnya yang berada di Jalan Batam II Nomor 3 sebagai tempat berjualan.

Baca: Mayat Laki-laki Ditemukan Meninggal di Dekat Pohon Pisang, Begini Penuturan Polisi

Baca: Wisata Bali Swing di Abiansemal Diserbu Pengunjung saat Libur Natal dan Tahun Baru

Baca: Wanita di Probolinggo Dibunuh Suami Karena Ketahuan Selingkuh dengan Ayah Mertua

"Kesulitan awalnya mencari bahan baku karena belum menguasai 'medan'. Lama-kelamaan sudah biasa dan kita mengambil gurita dari Jawa karena di Bali ada musimannya," kata lelaki bertato yang biasa dipanggil Nang Etong, Sabtu (29/12/2018) di kawasan Denpasar Festival.

Untuk membuka usahanya ini ia menggunakan modal sebesar Rp 10 juta.

Sementara untuk bumbu membuat lawar ini sama seperti lawar pada umumnya menggunakan bumbu genep, hanya saja dagingnya yang menggunakan daging gurita.

Selain lawar gurita ia juga menjual sate plecing gurita, gurita kesuna cekuh, dan serapah gurita.

Untuk membuat semua olahan masakan ini, dalam sehari ia menghabiskan 25 kg daging gurita.

Harga per porsinya pun terjangkau, yaitu Rp 20 ribu lengkap dengan nasi.

Sementara harga tanpa nasi Rp 10 ribu.

Dalam sehari, dirinya bisa menjual hingga 200 porsi olahan masakan gurita.

"Kalau per hari ya dapat Rp 4 juta, dan kalau rame bisa sampai Rp 6 juta per hari," paparnya.

Dirinya pun tak mau membuka cabang di tempat lain dengan alasan tak mau rasa olahannya ini berubah.

"Sebelum ini saya sempat jual lawar kambing, lawar babi. Kemudian beralih ke lawar gurita ini karena langka dan belum ada yang membuat," paparnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved