Dirjen Perhubungan Pastikan Seluruh Angkutan Udara di Bali Selama Nataru Laik Terbang

Polana Pramesti menyampaikan bahwa kegiatan ramp check merupakan kegiatan yang wajib dilakukan selama akan melaksanakan pelayanan penerbangan

Dirjen Perhubungan Pastikan Seluruh Angkutan Udara di Bali Selama Nataru Laik Terbang
Humas AP I Bandara I Gusti Ngurah Rai
Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti melakukan ramp check terhadap pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Minggu (30/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Seusai  meninjau dan mendampingi Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi ke lokasi pembangunan Bandara baru Bali Utara, Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti melakukan ramp check terhadap pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Tadi kami melakukan ramp check untuk pesawat Garuda Indonesia Boeing 737 800. Hasilnya dari aspek mesin, aksesori, perlengkapan lain, crew dan pilot memenuhi syarat atau laik terbang,” jelas Polana Pramesti, Minggu (30/12/2018) sore.

Dimana pesawat registrasi Garuda Indonesia yang di-ramp check telah dilakukan ramp check sebanyak 10 kali dan hasilnya menunjukkan laik terbang.

“Sampai dengan 29 Desember telah dilakukan sebanyak 1.731 kali inspeksi terhadap 546 registrasi pesawat, dan hasilnya baik serta laik terbang,” ujar Polana.

Atau ada kurang lebih sudah 95 persen dari keseluruhan pesawat di 36 bandara di Indonesia yang dipantau oleh Kemenhub khususnya Perhubungan Udara.

Polana Pramesti menyampaikan bahwa kegiatan ramp check merupakan kegiatan yang wajib dilakukan selama akan melaksanakan pelayanan penerbangan

"Ramp check kami lakukan bukan hanya pada saat mudik Lebaran maupun Nataru, tapi setiap hari kami lakukan. Pada saat perayaan hari besar, penerbangan meningkat, pengawasan pun kami tingkatkan, sehingga ramp check lebih intensif kami laksanakan," jelas Polana.

Berdasarkan tipe pesawat, Boeing B737-800NG merupakan tipe pesawat yang diperiksa paling banyak dengan 140 registrasi pesawat, kemudian Airbus A320-200 dengan 122 registrasi pesawat, dan ATR 72-500/600 dengan 72 registrasi pesawat.

Sementara berdasarkan operator, pesawat milik Garuda Indonesia merupakan pesawat terbanyak dengan 131 registrasi pesawat, Lion Air dengan 112 registrasi pesawat, dan Wings Air 34 registrasi pesawat.

Jika dilihat dari lokasi ramp check, Bandara I Gusti Ngurah Rai telah mencapai 170 jumlah pemeriksaan dan seluruhnya laik terbang.

Menurut ketentuan Annex 19 tentang Safety Management System dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab semua stakeholder penerbangan.

Baik itu regulator, masyarakat dan operator seperti pengelola bandara, maskapai, navigasi udara, groundhandling, perawatan pesawat, industri perakitan pesawat dan lainnya. 

Untuk itu semua stakeholder penerbangan harus bersatu dan bekerja sama untuk mematuhi dan melaksanakan aturan-aturan penerbangan, sehingga keselamatan penerbangan nasional tetap tinggi dan terjaga.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved