Dalam Setahun, Kasus Narkoba Di Badung Meningkat Ekstasi Meningkat Paling Tajam

Kapolres Badung, AKBP Yudith Satriya Hananta, S.I.K mengatakan dalam setahun, Polres Badung mendapat 94 laporan kasus narkoba.

Dalam Setahun, Kasus Narkoba Di Badung Meningkat Ekstasi Meningkat Paling Tajam
TRIBUN BALI/I KOMANG AGUS ARYANTA
Kapolres Badung, AKBP Yudith Satriya Hananta, S.I.K didampingi Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga S.P saat meliris kasus selama setahun. Senin (31/12/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Peredaran Narkoba di Kabupaten Badung semakin meningkat.

Pasalnya kasus narkoba di Polres Badung tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya.

Meningkatnya kasus, juga berpengaruh pada barang bukti yang diamankan.

Kapolres Badung, AKBP Yudith Satriya Hananta, S.I.K mengatakan dalam setahun, dari bulan januari hingga November  2018 Polres Badung mendapat 94 laporan kasus narkoba.

Berbeda dengan 2017 lalu, Polres Badung hanya mendapat 88 laporan kasus narkoba.

Baca: Video Detik-detik 7 Pembunuh Bayaran Kartel Narkoba Hujani Tembakan Mobil Patroli, 4 Polisi Tewas

Baca: Lembongan dan Ceningan Jadi Target Peredaran Narkoba

“Dari jumlah kasus saja sudah terlihat meningkat. Hal ini bisa di simpulkan bahwa peredaran narkoba di Badung meningkat,” ujarnya saat merilis kasus dalam setahun, Senin (31/12/2018).

Ia juga mengatakan barang bukti yang diamankan kini sangat banyak.

Di tahun 2018 dari  94 laporan, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa Sabu seberat 493,316 gram netto, Ekstasi 1.634 butir, Ganja 1762,11 gram netto, Tembakau Gorilla 22,49 gram netto, Kokain 6,46 gram netto, Pil koplo 12360 butir dan  MDMA 0,92 gram netto.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, di tahun 2017,  Polres Badung mendapat 88 laporan kasus narkoba, dengan barang bukti yang diamankan sabu seberat 534.21 gram netto, ekstasi 91 butir, ganja  687.03 gr netto dan Tembakau gorilla 219.54 gr netto.

Baca: Ngaku Konsumsi Narkoba untuk Jaga Stamina, Sopir Truk Diciduk Saat Angkut Buah di Kintamani

“Barang bukti yang kami amankan sangat banyak. Ini berarti penyalah gunaan narkoba di Badung terus ada,”ujarnya sembari mengatakan tapi kami akan terus berupaya membrantas peredaran tersebut.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap ikut memperhatikan lingkungan masing-masing terkait peredaran gelap narkoba.

Bahkan jika disinyalir terdapat peredaran barang haram tersebut, diharapkan untuk segera melaporkannya.

“Terutama orang tua harus memperhatikan anaknya agar tidak terjerumus. Selebihnya masyarakat juga harus berperan aktif dalam pemberantasan peredaran narkoba ini,” tungkasnya (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved