Dharma Wacana

Menitipkan Jenazah di Rumah Sakit Selama Hari Suci, Ini Menurut Ida Pandita Mpu Jaya Acharya

Setiap memasuki Hari Suci Galungan hingga Kuningan, banyak umat Hindu di Bali yang menitipkan jenazah kerabatnya di rumah sakit.

Menitipkan Jenazah di Rumah Sakit Selama Hari Suci, Ini Menurut Ida Pandita Mpu Jaya Acharya
TRIBUN BALI
IDA PANDITA MPU JAYA ACHARYA NANDA

TRIBUN-BALI.COM - Setiap memasuki Hari Suci Galungan hingga Kuningan, banyak umat Hindu di Bali yang menitipkan jenazah kerabatnya di rumah sakit.

Hal tersebut disebabkan selama perayaan hari suci, banyak desa adat yang melarang menguburkan jenazah ataupun ngaben.

Sebab hal tersebut dinilai dapat ngeletihin gumi.

Apakah penitipan jenazah ini termasuk layon ketundung (mengucilkan jenazah)?

Ketika ada umat yang menitipkan jenazah di rumah sakit, memang terkadang dibuatkan istilah seolah-olah layon itu ketundung.

Kita harus pahami, itu hanyalah sebuah istilah.

Jika berbicara istilah, ia hanyalah produk dari sebuah kesepakatan.

Dalam konsep ajaran agama Hindu, jenazah yang dikatakan ngeletehin adalah jenazah yang sudah dilakukan upacara pembersihan secara upacara kematian.

Artinya, jenazah yang belum dilakukan upacara kematian, dia dikategorikan sedang tidur.

Dengan adanya perkembangan zaman bahwa di rumah sakit ada kamar jenazah, mungkin di kemudian hari akan ada yang disebut dengan penginapan mayat atau rumah duka seperti yang dimiliki umat Budha.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved