Resolusi 2019, Pengusaha Bali Decoupage Perbanyak Recycle Produk agar Tambah Nilai Jual

Tidak hanya sekadar mengejar profit, kami juga berharap dapat bertemu dengan orang-orang yang mau me-recycle produk-produk sehingga menjadi upcycle,

Resolusi 2019, Pengusaha Bali Decoupage Perbanyak Recycle Produk agar Tambah Nilai Jual
TRIBUN BALI/KARSIANI PUTRI
Arry menunjukkan salah satu produk kemben yang dihiasi Decoupage pada Senin (31/12/2018) di Denpasar Festival yang berlokasi di kawasan Lapangan Puputan 

Laporan wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - Tahun 2018 akan segera berakhir, pastinya semua orang telah memiliki resolusi untuk menjalani tahun 2019 nanti, sama halnya dengan salah satu pengusaha dari Buleleng ini.

Arry Budiawan, Owner dari Bali Decoupage yang baru pertama kali mengikuti Denpasar Festival 2018 ini kini tengah memperkenalkan berbagai anyaman dengan berbahan dasar bambu, pandan, rotan, ental (lontar) yang semakin dipercantik dengan teknik decoupage.

Di stan Dekranasda ini, Arry menawarkan berbagai produk unggulannya seperti kemben, dompet serta berbagai tas dengan bahan anyaman.

Kemben dengan bahan bambu dibandrol mulai dari harga Rp 150 ribu, dompet dijual mulai dengan harga dari Rp 40 ribu, dan untuk tas start Rp 80 ribuan.

Baca: Olah Sampah Jadi Barang Kerajinan, Rare Bali Festival Gelar Lomba Daur Ulang

Baca: ‎Unud Jadi Pilot Project Limbah Plastik Didaur Ulang untuk Pengaspalan Jalan

Baca: Meski Terlihat Baru, Ternyata Makanan Ini Hasil Daur Ulang

Ditemui dalam event Denpasar Festival 2018, Arry menuturkan mengenai keinginannya di tahun 2019 nanti.

Salah satunya dengan semakin memperbanyak recycle product yang kemudian akan disulap menjadi cantik dengan menggunakan teknik decoupage.

"Saya ingin di tahun 2019 nanti, saya dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam hal mengurangi sampah plastik dengan cara recycle product sehingga menjadi upcycle, yakni dengan memberikan nilai tambah ke produk recycle tersebut melalui penerapan decoupage itu tadi," jelasnya.

Salah satu gerakan yang telah ia lakukan adalah dengan memberikan pelatihan ke bank-bank sampah, salah satunya yang berlokasi di Kota Negara, Bali.

Menurutnya telah banyak masyarakat yang sudah mulai tertarik untuk me-recycle produknya dengan memanfaatkan teknik decoupage ini.

"Tidak hanya sekadar mengejar profit, kami juga berharap dengan berakhirnya acara Denpasar Festival ini, kami dapat bertemu dengan orang-orang yang mau me-recycle produk-produk sehingga menjadi upcycle," ungkap Arry pada Senin (31/12/2018) di Kawasan Lapangan Puputan.

Memulai usahanya sejak tahun 2016, Arry menuturkan bahwa penjualan produknya ini telah sampai ke seluruh Indonesia karena basis penjualannya yang menggunakan sistem online.

Aceh dan Papua telah menjadi salah satu daerah pengiriman produknya yang dimana produk yang saat ini tengah digemari, yakni tas dari anyaman bambu yang dibentuk menjadi bulat dan dihiasi oleh decoupage. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved