Ketika Pedagang Mengeluh Kalender 2019 Sepi Pembeli Karena Kalah Saingan Dengan Caleg

Satu di antaranya berdampak pada pedagang musiman kalender, yang mengalami penurunan penjualan secara signifikan.

Ketika Pedagang Mengeluh Kalender 2019 Sepi Pembeli Karena Kalah Saingan Dengan Caleg
Tribun Jabar/Hilda Rubiah
Samsu (53) penjual kalender musiman di Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Selasa (1/1/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BANDUNG - Peralihan tahun 2018 hingga sekarang 2019, menjadi momen yang menggembirakan bagi para calon legislatif yang bertarung di Pileg 2019.

Mereka bisa melakukan banyak kampanye melalui media cetak maupun online semisal internet, spanduk, poster, pamflet, baju, kalender dan lain sebagainya.

Di sisi lain rupanya musim tersebut berdampak pada beberapa sektor ekonomi masyarakat.

Satu di antaranya berdampak pada pedagang musiman kalender, yang mengalami penurunan penjualan secara signifikan.

Samsu (53) penjual kalender musiman ini mengaku tahun ini penjualan menurun drastis, dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Penurunan penjualan kalender 2019 itu, kata para pedagang, rupanya dampak dari pesta politik para caleg yang kampanye membagikan kalender ke masyarakat.

"Sekarang penjualan menurun, karena berbarengan musim nyaleg sama pemilu yang membagikan kalender cuma-cuma ke warga," ujar Samsu (53) penjual kalender musiman, saat ditemui Tribun Jabar di Jalan Ahmad Yani No 94 Kota Bandung, Selasa (1/1/2019).

Samsu berjualan mulai dari tiga bulan sebelumnya, namun sampai sekarang penjualan tidak kunjung membaik seperti biasanya.

Dalam sehari ditahun sebelum-sebelumnya rata-rata ia bisa menjual 15 lembar kalender, hahkan jika ramai bisa mencapai 50 lembar kalender.

"Tahun kemarin sebelum ada caleg bisa sampai 300 ribu per hari, kalau sekarang mah enggak ada," ungkapnya.

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved