Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan Gelar Tawur Balik Sumpah Utama dan Mendem Pedagingan

Upacara tawur bertujuan meningkatkan dan memuliakan segala isi alam dari unsur-unsur negatif agar menjadi positif

Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan Gelar Tawur Balik Sumpah Utama dan Mendem Pedagingan
Pasemetonan Pratisentana Shi Nararya Kresna Kepakisan
Pasemetonan Pratisentana Shi Nararya Kresna Kepakisan (PSNKK) menggelar upacara Tawur Balik Sumpah Utama dan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Agung Kawitan PSNKK, di Banjar Dukuh Nyuh Aya, Desa Gelgel, Klungkung, bertepatan rahinan Buda Paing Kuningan, Rabu (2/1/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Bertepatan rahinan Buda Paing Kuningan, Rabu (2/1/2019), pasemetonan Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan (PSNKK) menggelar upacara Tawur Balik Sumpah Utama dan Mendem Pedagingan, di Pura Dalem Agung Kawitan PSNKK, Banjar Dukuh Nyuh Aya, Desa Gelgel, Klungkung.

Upacara ini serangkaian Karya Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Mapedudusan Agung, Matawur Balik Sumpah Agung, di Dalem Agung Pura Kawitan Pratisentanan Shri Nararya Kresna Kepakisan, yang puncaknya Saniscara Kliwon Kuningan, 5 Januari 2019.

Upacara tawur dihadiri para penglingsir dari pasemetonan PSNKK, juga sejumlah undangan dari pemerintahan seperti, Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, Bupati Klungkung Wayan Suwirta, perwakilan Bupati/Wali Kota di Bali, perwakilan Kementerian Agama, Ketua PHDI, perwakilan MMDP, Muspika, pemerintahan Desa Gelgel.

Upacara Tawur Balik Sumpah Utama dipuput Ida Pedanda Griya Singarata, Ida Pedanda Wayahan Budha Wayahan Dharma, dan Ida Rsi Griya Angkling.

Sedangkan untuk mendem Pedagingan dipuput Ida Pedanda Kekeran Blahbatuh.

Upacara tawur bertujuan meningkatkan dan memuliakan segala isi alam dari unsur-unsur negatif agar menjadi positif, sehingga terjadi keseimbangan ekosistem.

Dengan seimbangnya ekosistem itu, maka pratisentana Ida Bhatara Kawitan akan memperoleh kehidupan yang bahagia lahir batin.

Upacara tawur menggunakan penawaratna berkaitan dengan sanggar tawang, tempat menstanakan Hyang Parama Siwa.

Upacara caru ini dipersembahkan dengan memakai sarana kerbau dan binatang lainnya yang telah disucikan saat upacara mapepada tawur, Selasa (1/1/2019) kemarin.

Dengan telah seimbangnya alam melalui upacara tawur, selanjutnya dilakukan upacara mendem pedagingan.

Upacara ini bertujuan memfungsikan dan menghidupkan kembali bangunan atau pelinggih-pelinggih yang usai dilakukan pemugaran.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved