Volume Sampah Usai Perayaan Malam Tahun Baru di Badung Naik 30 Persen

sampah yang dihasilkan saat perayaan malam pergantian tahun 2018 meningkat hingga 30 persen, dengan total lonjakan sebanyak 85 ton perhari

Volume Sampah Usai Perayaan Malam Tahun Baru di Badung Naik 30 Persen
Tribun Bali/Rino Gale
Suasana pantai Kuta yang dipenuhi sampah, Rabu (12/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Lonjakan wisatawan mancanegara dan domestik serta masyarakat yang merayakan malam pergantian tahun di sepanjang pantai kawasan Badung menyisakan sejumlah masalah sampah bagi petugas kebersihan.

Dalam catatan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung, sampah yang dihasilkan saat perayaan malam pergantian tahun 2018 pada Selasa (1/1/2019) kemarin, meningkat hingga 30 persen, dengan total lonjakan sampah sebanyak 85 ton perhari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan menjelaskan, sesaat setelah pergantian tahun, pihaknya melakukan pembersihan di seluruh ruas pantai yang banyak dikunjungi wisatawan dan digunakan untuk berbagai kegiatan perayaan malam pergantian tahun 2018.

Berbagai jenis sampah yang berserakan langsung dibersihkan dan dibawa ke sejumlah STO yang ada.

"Untuk sampah tahun baru plus sampah pantai yang kami bersihkan pada hari ini (kemarin) mencapai 30 persen, dan total lonjakan sampah perhari sebanyak 85 ton," ujarnya saat dikonfrimasi Tribun Bali, Selasa (1/1/2018).

Sampah yang dihasilkan saat malam pergantian tahun tergolong naik signifikan.

Dalam pencatatan tahun 2017, sampah pantai maupun sampah yang ditimbulkan akibat kegiatan atau event tertentu, serta upacara keagamaan hanya mencapai 50 ton perhari dengan rincian sampah pohon mencapai 50 persen.

Namun, kali ini meningkat jauh yaitu mencapai 85 ton perhari.

"Sepanjang tahun 2018, sampah pohon mencapai 95 persen. Sampah pohon ini berukuran besar dan sangat berat. Hal inilah yang sedikit menyulitkan pihak kami dalam melakukan pembersihan," katanya.

Tambahnya, penanganan sampah tahun 2018 ini memiliki rekor terbesar.

Selain sampai plastik, sampah pohon yang merupakan sampah kiriman penunjang terbesar.

"Sampah pohon ini panjang, besar dan juga berat. Sangat sulit dibersihkan oleh tim kami di lapangan, namun dengan kesigapan dan keuletan serta kerja keras, sampah-sampah ini berhasil dievakuasi," ungkapnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved