Biaya Promosi Pariwisata Habiskan Rp 8,1 Miliar, Dewan Badung: Dispar Jangan Sekadar Promosi

Dewan Badung mengingatkan agar dana sebesar itu bukan sekadar promosi saja, namun bisa menghasilkan turis

Biaya Promosi Pariwisata Habiskan Rp 8,1 Miliar, Dewan Badung: Dispar Jangan Sekadar Promosi
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Sejumlah turis China mendominasi kunjungan di Pantai Kelan, Badung, Selasa (23/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Program promosi pariwisata ke luar negeri yang dilakukan Dinas Pariwisata (Dispar) Badung tahun ini menghabiskan anggaran Rp 8,1 miliar. Ada delapan negara yang dikunjungi.

Dewan Badung mengingatkan agar dana sebesar itu bukan sekadar promosi saja, namun bisa menghasilkan turis.

Ketua Komisi II DPRD Badung, I Wayan Luwir mengatakan Dinas Pariwisata yang telah menganggarkan dana yang cukup besar harus bisa mempertanggung jawabkan dana tersebut.

"Intinya kan, apakah bisa mendatangkan wisatawan dengan anggaran sebesar itu, dan apakah bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga tidak hanya sekadar melakukan promosi pariwisata," ujarnya, Rabu (2/1/2019).

Pihaknya meminta agar Dinas Pariwisata menyamaratakan stake holder yang akan melakukan promosi, kususnya pemilik hotel yang ada di kabupaten Badung.

"Saya sudah sarankan sama bapak Badra (kadis pariwisata), harus bergilir mengajak pemilik hotel promosi keluar negeri. Sehingga semua tahu apa yang harus mereka lakukan untuk menarik wisatawan," tegasnya sembarai mengatakan jangan orangnya itu-itu aja.

Ini karena sebelumnya ada keluhan pemilik hotel tidak pernah diajak, sehingga tidak memperkenalkan tempatnya.

Biaya promosi pariwisata oleh Dispar Badung ke 8 negara habiskan Rp 8,1 Miliar
Biaya promosi pariwisata oleh Dispar Badung ke 8 negara habiskan Rp 8,1 Miliar (Ilustrasi: Tribun Bali/Dwi Suputra)

Terkait dengan promosi pariwisata,  pihaknya mengaku akan melakukan rapat kerja dengan Dinas Pariwisata, sehingga dilakukan pemerataan keberangkatan terhadap pelaku pariwisata.

"Ini kan perlu kita evaluasi. Jika anggaran sebesar itu, target harus bisa mendatangkan wisatawan. Sehingga ini merupakan modal awal memperoleh keuntungan," jelasnya.

Pihaknya menghimbau untuk membenahi pariwisata di Kabupaten Badung, seperti keamanan, inspratukur, dan yang lain yang disajikan. Sehingga, kata Luwir kegiatan promosi benar-benar berjalan dengan baik.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved