Blangko KTP Hanya Tersisa 8 Keping, Disdukcapil Bangli Prioritaskan Pada Perekam Baru

Blanko KTP-el Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bangli per Rabu (2/1/2019) hanya tersisa 8 keping

Blangko KTP Hanya Tersisa 8 Keping, Disdukcapil Bangli Prioritaskan Pada Perekam Baru
Tribun Bali/Fredey Mercury
Sejumlah masyarakat bangli nampak menunggu pelayanan di Disdukcapil Bangli, Rabu (2/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Balngko KTP elektronik atau kerap dikenal KTP-el di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bangli per Rabu (2/1/2019) hanya tersisa 8 keping.

Jumlah ini tergolong sangat minim, sebab tiap harinya rata-rata pemohon KTP-el di Disdukcapil mencapai 30 hingga 60 orang.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Disdukcapil Bangli, I Nyoman Sumantra saat ditemui di ruangannya, Rabu (2/1/2019).

Ia mengungkapkan minimnya jumlah blangko KTP-el, sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Namun ia menegaskan, minimnya blangko bukan dipengaruhi akhir maupun awal tahun.

“Berdasarkan data per hari ini (Rabu, red) jumlah blangko yang tersedia hanya sebanyak 8 keping. Laporan habisnya blangko tidak hanya di Bangli saja, namun juga Jembrana, Tabanan, dan Karangasem,” ucapnya.

Sumantra menjelaskan, minimnya blangko KTP-el tidak semata-mata untuk keperluan perekaman baru, mengingat saat ini merupakan tahun politik.

Blangko KTP-el, sebutnya, juga digunakan untuk penggantian status kependudukan terhadap data-data yang bersifat dinamis. Seperti alamat tempat tinggal, status perkawinan, pekerjaan, hingga jenis kelamin.

“Semakin tingginya mutasi data kependudukan, maka penggunaan blangko semakin banyak. Misalnya banyak orang menikah dan mengajukan akta perkawinan, maka banyak juga keluar (blangko). Begitupula dengan akta kematian, walaupun yang meninggal tidak membutuhkan KTP, yang ditinggal tentunya akan berubah status dari kawin menjadi cerai mati,” jelasnya.

Mengenai data jumlah perekaman yang masuk, Sumantra menyebutkan total data siap cetak atau print ready record (PRR) berjumlah 234, dimana 26 diantaranya merupakan perekaman baru.

Terkait minimnya ketersediaan blangko KTP-el, Sumantra mengaku jika pihaknya sudah melaporkan pada provinsi untuk dipesankan ke pusat.

Sedangkan untuk 8 keping blangko yang tersisa, pejabat asal Desa Siakin, Kintamani ini menambahkan seluruhnya diprioritaskan bagi perekam baru, maupun keperluan mendesak.

Seperti mencari pekerjaan, atau keluar negeri. Sementera bagi pemohon KTP untuk keperluan penggantian status, akan diberikan surat keterangan.

“Surat keterangan pengganti KTP-el ini dijamin oleh Mendagri, dan berlaku selama enam bulan. Untuk ketersediaan blangko, kemungkinan baru ada pada akhir bulan Januari atau awal bulan Februari mendatang. Walau demikian, kami tidak tau berapa banyak jumlah blangko yang didapatkan, sebab tergantung pada ketersediaan blangko di pusat,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved