Ketika Menghadapi Orang yang Sedang Mengalami Musibah,Cobalah Untuk Tidak Mengucapkan Kata Ini

Kadang-kadang untuk menyalurkan kemarahan kita mencari kambing hitam: istri, suami

Ketika Menghadapi Orang yang Sedang Mengalami Musibah,Cobalah Untuk Tidak Mengucapkan Kata Ini
http://markambrose.org
ilustrasi: saling menguatkan 

TRIBUN-BALI.COM – Orang-orang yang tertimpa malapetaka cenderung untuk menyalahkan dirinya sendiri.

Pada suatu hari saya pergi ke dua tempat kematian.

Di rumah yang satu, putra almarhumah berkata, "Kalau saja saya mengirim Ibu ke Florida, ia terhindar dari kedinginan di sini. Ia pasti masih hidup sekarang. Ya, saya salah."

Di rumah yang lain, orang yang meninggal seorang wanita juga dan putranya berkata kepada saya begini, "Kalau saja saya tidak menyuruh Ibu berlibur ke Florida, ia masih hidup sekarang.

Perubahan suhu dan perjalanan yang jauh dengan pesawat terlalu berat buat dia."

Anehnya, kita yang melayat atau yang datangpada orang-orang yang sedang mengalami kesusahan sering menganggap orang yang malang itu memang pantas menerima bencana.

Sebagai orang yang tidak berada dalam posisi si malang, sebetulnya sangat tidak menolong kalau kita meminta agar orang yang kena musibah itu untuk tidak menangis atau tidak mengeluh.

Mereka memerlukan orang yang memperbolehkan mereka untuk marah, menangis, berteriak, bukan orang yang menganjurkan, "Sudah, sudah, jangan menangis. Nanti anak-anak ikut sedih."

Atau yang mengecilkan penderitaan dengan berkata, "Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Tuhan tentunya mencintai kamu, maka kamu dipilihnya untuk memikul beban ini."

Atau, "Ia sudah senang di sana sekarang." Bukan itu yang mereka butuhkan.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved