Bisa Urus Perizinan Lewat Aplikasi, DPMPTSP Keluarkan Tanda Tangan Elektronik untuk Hindari Calo

DPMPTSP Badung memanfatkan teknologi informasi khusus dalam penerbitan perizinan dengan aplikasi Layanan Perizinan Online (Laperon)

Bisa Urus Perizinan Lewat Aplikasi, DPMPTSP Keluarkan Tanda Tangan Elektronik untuk Hindari Calo
DPMPTSP Kabupaten Badung
Sistem Daring - Kepala DPMPTSP Kabupaten Badung, Made Agus Aryawan saay melihatkan aplikasi LAPERON. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung memanfatkan teknologi informasi khusus dalam penerbitan perizinan dengan aplikasi Layanan Perizinan Online (Laperon).

Pada aplikasi yang dibangun secara mandiri itu, bisa digunakan dalam semua proses pelayan perizinan, mulai pendaftaran verifikasi sampai penerbitan izin.

Kepala DPMPTSP Badung, Made Agus Aryawan, Kamis (3/1/2019) mengungkapkan, inovasi baru pelaksanaan sistem online ini adalah penggunaan tanda tangan elektronik setiap surat izin dan non perizinan yang dikeluarkan DPMPTSP.

“Program ini sudah mendapat persetujuan dari Balai Sertifikasi Ekeltronik, Badan Siber dan Sandi Negera dan telah kami terapkan sejak 17 September 2018. Sehingga masyarakat dengan mudah mengurusnya,” ujarnya.

Birokrat asal Tabanan ini mengatakan, penggunaan tanda tangan ekeltronik ini dilengkapi QR Code dan nomor ID.

Hal ini dimaksudkan menghindari terjadinya pemalsuan izin sehingga masyarakat dapat melakukan validasi terhadap izin yang terbit dengan menggunakan aplikasi yang dapat diunduh dari telepon genggam android.

Baca: Anda Sering Terlambat? Penelitian Ini Menunjukkan Anda Bisa Hidup Lebih Lama

Baca: Target Selesai Maret-April, PLN Kebut Proyek Pemasangan Saluran Kabel Tegangan Tinggi

Baca: TRIBUN WIKI - Berlibur ke Jimbaran Bali? Jangan Lupa Mampir ke 4 Warung Seafood Ini

Baca: 4 Skincare Wajib untuk Remaja dan Perhatikan Jenis Kulit Anda

Dalam proses pelayanan, masyarakat dapat mengecek progres tahapan perizinan melalui aplikasi Laperon.

Sehingga dengan begitu diharapkan dapat memberikan kepastian waktu penyelesaian setiap tahapan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan.

"Sudah jelas tinggal unduh saja. Bagi masyarakat yang belum memahami aplikasi Laperon ini, kami juga menyediakan pelayanan berbantuan dengan petugas pendamping mulai tahap konsultasi sampai tahap unggah permohonan, sehingga tidak perlu memanfatkan pihak ketiga atau calo,” tegasnya.

Saat ini sudah 75 persen perizinan yang menjadi kewenagan dinas yang dipimpinnya melaksanakan sistem daring.

Sehingga pihaknya berharap ke depan masyarakat hanya bisa menggunakan aplikasi saja.

“Kalau sudah menggunakan aplikasi ini, kedepan masyarakat tidak harus datang ke kantor mendaftarkan perizinan karena dapat diakses langsung melalui portal www.Laperon.badungkab.go.id,” paparnya.

Dari adanya aplikasi tersebut, pihaknya menargetkan di bulan Februari 2019 semua perizinan dapat dilakukan secara daring. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved