Lapangan Tibubeneng Diminta Pemprov, Warga Layangkan Surat Keberatan ke Gubernur

Tanah lapangan di Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung yang merupakan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dikabarkan diminta oleh Provinsi

Lapangan Tibubeneng Diminta Pemprov, Warga Layangkan Surat Keberatan ke Gubernur
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Surati gubernur – Surat dari desa yang kemudian dibalas oleh Pemprov Bali. Dalam balasan tersebut tanah tetap harus dilepas kepada pemprov untuk digunakan oleh pihak ketiga. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tanah lapangan di Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung yang merupakan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dikabarkan diminta oleh Provinsi.

Warga yang keberatan sempat melayangkan surat yang ditandatangani langsung Perbekel Tibubeneng.

Sayangnya, surat keberatan tidak digubris oleh pemprov, dengan alasan tanah itu diminta untuk kepentingan yang lebih luas.

“Melalui rapat dengan tokoh masyarakat, kami atas nama masyarakat sempat mengajukan keberatan kepada Gubernur Bali,” terang Perbekel Tibubeneng, I Made Kamajaya dikonfirmasi, Kamis (3/1/2019).

Menurutnya, Surat nomor:593/488/Tibubeneng tertanggal 22 Oktober 2018 tersebut menyampaikan perihal keberatan.

Atas nama masyarakat dalam surat tersebut menyampaikan rasa keberatan atas tanah Pemerintah Provinsi Bali yang berada di Tibubeneng, Kuta Utara, Badung.

Sertifikat hak pakai No.60, surat ukur tanggal 20 Desember 2011, nomor:05264/Tibubeneng/2011, luas: 15.130 meter persegi, dikontrakkan kepada pihak ketiga, karena tanah tersebut di atas telah dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan olahraga, perayaan HUT Kemerdekaan RI, kegiatan keagamaan, rekreasi, tempat bermain anak-anak, dan sebagai taman desa sejak 1988. 

"Masyarakat pun mengharapkan Pemprov Bali mempertimbangkan pengontrakan lahan kepada pihak ketiga. Karena seperti isi surat yang kami layangkan ke Gubernur benar adanya, tanah lapang tersebut benar-benar dimanfaatkan warga untuk berolahraga maupun tempat keagamaan," tuturnya.

Baca: Oleng Saat Nyalip Truk, Seorang Ibu Tewas Terlibat Lakalantas di Jalan Raya Kedonganan

Baca: Awas, Marak Video Syur Palsu Hasil Olahan Deepfake, Wanita Harus Waspada Dengan Fotonya di Internet

Baca: Digjaya Pastikan Semua Kontrak Diperpanjang, Personel TRC Gianyar Kembali Dipanggil

Baca: Ini Dia 5 Daftar Film Indonesia yang Siap Tayang Januari 2019, dari Keluarga hingga Horor

Pemprov pun menjawab suratnya.

Pemprov Bali menjawab surat keberatan tersebut dalam Surat Nomor: 593.1/5132/UPT.P2.BPKAD tentang Pemanfaatan Aset Tanah Pemprov Bali SHP No. 60 tertanggal 4 Desember 2018 yang langsung diteken Gubernur Bali Wayan Koster, bahwa tanah akan digunakan kepentingan yang lebih luas oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Sehingga keberatan dari masyarakat tidak bisa dipertimbangkan. 

“Iya seperti yang kita ketahui bersama, hasilnya tidak dikabulkan (keberatan) katanya untuk kepentingan yang lebih luas. Cuma saya tidak tahu mau dijadikan apa itu. Tapi saya tidak mau negatif, tetap hormat kepada Bapak Gubernur Bali," paparnya.

Dengan balasan surat keberatan tersebut, pihaknya mengharapkan Gubernur Bali mengkaji kembali dalam mengontrakkan lahan lapangan di Tibubeneng. 

Karena pihak desa juga sudah sempat mengajukan pinjam pakai yang tertuang dalam Surat Perbekel Tibubeneng Nomor: 591/326/Tibubeneng, tentang Mohon Pinjam Pakai Tanah Pemprov Bali, tertanggal 14 September 2017. 

“Lapangan ini sangat penting untuk aktivitas masyarakat, apalagi semua aktivitas masyarakat dilakukan di sana. Sehingga kami sangat berharap dipertimbangkan lagi tanah lapang tersebut,” harapnya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved