Mengontrol Pergerakan Anjing Liar Penyebab Rabies Diakui Sulit, Ini Zona Merah Rabies di Klungkung

Hanya ada waktu satu tahun, sebab Provinsi Bali ditarget bebas Rabies pada tahun 2020 mendatang.

Mengontrol Pergerakan Anjing Liar Penyebab Rabies Diakui Sulit, Ini Zona Merah Rabies di Klungkung
Dokumentasi
Foto Dokumen petugas ketika melakukan vaksinasi anjing liar di Klungkung. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Tahun 2019 pemberantasan penyebaran rabies di Klungkung,Bali masih menjadi fokus utama bidang keswan (kesehatan hewan) di Dinas Pertanian Klungkung.

Hanya ada waktu satu tahun, sebab Provinsi Bali ditarget bebas Rabies pada tahun 2020 mendatang.

Hal ini dirasa cukup sulit, mengingat tahun 2018 lalu, Klungkung kembali mengalami lonjakan kasus gigitan hewan rabies.

"Upaya untuk target Bali bebas rabies di 2020 dari kita (Klungkung), sebenarnya sudah jelas. Apa yang kita lakukan selama ini sebenarnya sudah mengarah ke sana, namun tahun 2018 lalu kembali muncul kasus gigitan rabies di Klungkung," ujar Kadis Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida, Jumat (4/1/2018)

Pada tahun 2017 lalu, Pemkab Klungkung sebenarnya telah berhasil mengendalikan penyebran virus rabies.

Bahkan sepanjang tahun 2017, kasus rabies di Klungkung nilhil atau 0 kasus.

Namun kondisi ini tidak bertahan lama.

Di pertengahan bulan Juni 2016 lalu, 5 warga di lingkungan Kelurahan Semarapura Kelod Kangin digigit anjing liar.

Setelah sampel otak anjing itu diambil dan di lakukan uji laboratorium, anjing yang menggigit warga itu ternyata positif rabies.

Gigitan positif rabies ini pun, menjadi awal kembali merebaknya virus rabies di Klungkung

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved