Ribuan Pelayat Beri Penghormatan Terakhir Untuk Jro Jangol Termasuk Istrinya Yang Tengah Dipenjara

Dalam ritual itu juga hadir sang istri pertama yakni Ni Luh Ratna Dewi, yang juga berstatus narapidana kasus jual beli narkoba

Ribuan Pelayat Beri Penghormatan Terakhir Untuk Jro Jangol Termasuk Istrinya Yang Tengah Dipenjara
Tribun Bali / Rizal Fanany
Prosesi upacara ngaben mantan Wakil Ketua DPRD Bali, Jro Komang Gede Swastika alias Jero Jangol (41) di setra Banjar Sebelanga, Desa Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat, Jumat (4/1/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berpulangnya seorang tokoh Bali, I Gede Komang Swastika atau yang lebih dikenal dengan nama Jro Jangol membawa kisah manis bagi sejarah bagi organisasi massa (ormas) di Bali.

Di hari pengabenan mantan Wakil Ketua DPRD Bali ini pada Jumat (4/1/2018) di Setra Ganda Mayu, Banjar Sebelanga, Denpasar Barat, tampak ribuan pelayat dari berbagai kalangan, kolega hingga massa lintas ormas di Bali tumpah ruah berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhirnya. 

Dalam ritual itu juga hadir sang istri pertama yakni Ni Luh Ratna Dewi, yang juga berstatus narapidana kasus jual beli narkoba bersama suaminya.

Hari itu, ia mendapatkan izin kesempatan keluar dari balik jeruji besi untuk memberikan penghormatan terakhirnya kepada almarhum suami.

Izin luar biasa dikabulkan pihak Lapas Kerobokan II-A dimana Ratna Dewi masih dalam status narapidana dan harus menjalani vonis selama 2 tahun penjara.

Pantauan Tribun Bali, raut wajah wanita berambut pirang ini tampak menyiratkan kesedihan.

Selama proses pengabenan, Ratna Dewi hanya bisa menangis sembari berkumpul dan memeluk ketiga anaknya.

Bahkan, ia sempat pingsan sesaat sebelum proses mendiang suaminya diaben.

Pemandangan unik lain juga terjadi, dimana dua petinggi ormas di Bali seperti Ketua Umum Laskar Bali AA Ketut Suma Wedanta atau Gung Alit dan Ketua Umum Baladika Bali, I Bagus Alit Sucipta atau yang lebih dikenal dengan nama Gus Bota juga tampak menghadiri upacara pengabenan.

Tak hanya mereka, ribuan anggota ormas juga datang dengan mengenakan atribut ormas mereka masing-masing.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved