Apa Pertimbangan Milenial Perempuan dan Laki-laki Ketika Mencari Kerja?

pencari kerja laki-laki dan perempuan generasi milenial (berusia 20 - 30 tahun) Indonesia memiliki perbedaan dalam mencari kerja

Apa Pertimbangan Milenial Perempuan dan Laki-laki Ketika Mencari Kerja?
Ilustras/pexels.com/Fox
Ilustrasi generasi milenial 

TRIBUN-BALI.COM - Baru-baru ini Kalibrr (kalibrr.id), perusahaan teknologi dalam bidang rekruitmen, mengadakan penelitian tentang bagaimana pencari kerja laki-laki dan perempuan di generasi milenial (berusia 20 - 30 tahun) Indonesia memiliki perbedaan dalam mencari kerja.

Penelitian yang dilakukan terhadap 500 profesional milenial di Indonesia sepanjang 2018 ini ternyata memiliki temuan yang menarik untuk disimak para pemberi kerja, khususnya profesional SDM di bidang perekrutan.

Ada empat kategori yang diulas dalam penelitian ini yakni perusahaan apa yang menarik bagi milenial, hal yang dilihat sebelum melamar ke perusahaan, apa faktor kunci untuk bergabung ke perusahaan serta apa alasan keluar dari perusahaan.

Untuk perusahaan yang menarik bagi profesional milenial, hasilnya, 56 persen milenial perempuan dan 44 persen laki-laki milenial dengan latar belakang IT memilih Telkom sebagai perusahaan yang paling menarik sebagai tempat untuk mereka bekerja, diikuti oleh Google, Gojek dan Tokopedia.

"Untuk kandidat yang memiliki latar belakang selain IT, Pertamina Persero menjadi sasaran utama laki-laki untuk meniti karir. Di sisi wanita, Google mampu menarik perhatian kaum hawa millennial yang bergerak di bidang non-IT," tulis perusahaan melalui rilis ke Kompas.com, Minggu (6/1/2018).

Untuk hal yang dilihat milenial sebelum melamar ke perusahaan, faktanya 4 dari 5 perempuan senang mengulik informasi mengenai nilai, budaya, dan jaringan internasional perusahaan.

Sedangkan milenial laki-laki tertarik dengan peluang jenjang karir di masa depan dan kesempatan untuk dapat menambah pengetahuan untuk semakin berkembang.

Untuk faktor kunci bergabung dengan perusahaan, baik milenial perempuan atau laki-laki menjadikan gaji sebagai pertimbangan utama.

Namun beberapa faktor lain juga mulai meningkat seperti progres karir yang pesat dan lingkungan kerja yang kolaboratif serta dapat saling mendukung antar tim.

Lebih dalam lagi, terdapat perbedaan yang kontras antara pria dan wanita sebagai pertimbangan.

Pria cenderung memikirkan sebuah perusahaan untuk dapat dijadikan batu loncatan karir yang lebih baik serta sarana untuk pengembangan diri.

Di lain pihak, wanita lebih melirik perusahaan yang memberikan pengaturan kerja yang fleksibel.

Sementara untuk alasan keluar dari sebuah perusahaan, alasan utama pekerja milenial laki-laki maupun perempuan untuk meninggalkan pekerjaanya yaitu persepsi lingkungan kerja yang penuh birokrasi dan dirasa tidak dapat mendukung pekerja.

Alasan kedua, terbatasnya kesempatan karyawan untuk berinovasi juga menjadi faktor yang dapat mendorong generasi milenial untuk berhenti. Alasan ketiga yakni gaji. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Beda Laki-laki dan Perempuan Milenial saat Cari Kerja"

Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved