Serba Serbi

Minggu Wuku Langkir Tidak Baik untuk Memulai Pekerjaan, Pindah Tempat dan Bepergian

Kemunculan Kala Dangu diisyaratkan sebagai hari yang tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat dan bepergian

Minggu Wuku Langkir Tidak Baik untuk Memulai Pekerjaan, Pindah Tempat dan Bepergian
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
(Ilustrasi. Foto tidak terkait berita) Hari ini muncul Kala Dangu yang diisyaratkan sebagai hari buruk untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat dan bepergian. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam susunan kalender Bali dikenal istilah ala ayuning dewasa yang berarti baik-buruknya suatu hari dalam melakukan aktivitas atau kegiatan tertentu.

Dewasa atau padewasan yang biasa disebut ilmu wariga ini, seperti yang dijelaskan dalam buku Ala Ayuning Dewasa Ketut Bangbang Gede Rawi yang ditulis oleh Ida Bagus Putra Manik Ariana dan Ida Bagus Budayoga, adalah cara untuk mengidentifikasi hari baik dan hari jelek (buruk).

"Jelasnya (padewasan itu adalah) pengetahuan untuk menentukan hari baik dan hari jelek," tulisnya.

Pada Radite Wuku Langkir (Minggu, 6/1/2019), seperti tertulis dalam kalender yang disusun oleh Alm. I Ketut Bangbang Gede Rawi dan putra-putranya bahwa terdapat Kala Dangu.

Dilansir dari laman kalenderbali.org, kemunculan Kala Dangu diisyaratkan sebagai hari yang tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat dan bepergian.

Kehadiran Kala Dangu ini pada Minggu (Redite) Wuku Tolu, Langkir, Uye, Wayang; Senin (Soma) Merakih; Selasa (Anggara) Wuku Ukir, Gumbreg, Dunggulan, Krulu; dan Rabu (Budha) Wuku Sinta, Julungwangi, Tambir, Kulawu.

Selain itu, juga hadir pada Kamis (Wraspati) Wariga, Pujut, Prangbakat; Jumat (Sukra) Wuku Dunggulan, Matal, Menail, Ugu dan Saniscara Wuku Warigadean, Sungsang, Dunggulan, Medangsia, Pahang, Medangkungan, Bala, Dukut, serta Watugunung. 

Cakupan mengenai ala ayuning dewasa ini sangatlah luas dengan menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia melalui perhitungan parameter tertentu.

Perhitungan yang dimaksud berupa pawintangan yang ditetapkan berdasarkan letak bintang dalam mengelilingi matahari; sasih yang berhubungan dengan penentuan musim berdasarkan peredaran gerak semu matahari dan juga bulan yang mengelilingi bumi; dan wuku tentang ilmu ruas-ruas kumpulan binatang tertentu yang berporos di bumi.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved