Warga Keluhkan Adanya Praktik Ilegal Jual-Beli Air Sumur Bor

Warga di sekitar lingkungan Bali Harum, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung mengeluhkan adanya praktik ilegal jual-beli air sumur bor.

Warga Keluhkan Adanya Praktik Ilegal Jual-Beli Air Sumur Bor
(Warga Bali Harum, Jimbaran)
Lokasi air sumur bor yang diduga tak berizin, Jimbaran, Minggu (6/1/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Bali - Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG- Warga di sekitar lingkungan Bali Harum, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung mengeluhkan adanya praktik ilegal jual-beli air sumur bor.

Diduga aktivitas sumur tersebut tidak mengantongi izin untuk mengedarkan air kepada pengguna.

Aktifitas tersebut mengakibatkan debit air warga sekitaran wilayah tersebut berkurang.

Menurut keterangan warga, sumur bor ini sudah lama beroperasi dan melakukan praktik jual-beli air.

Dalam sehari, sumur bisa menjual air kepada mobil bertangki dengan jumlah yang banyak.

"Kisaran 50-an truk. Banyak itu truk sampai ngantre menjulur keluar kalau musim kemarau. Kegiatan jual-beli ini sudah lama cuman petugas enggak ada yang tahu. Terkait harga jual-beli nya masih belum diketahui," ujar warga, Minggu (6/1/2019).

Akibat pengambilan air yang tak terkontrol, pasokan air milik warga setempat berkurang.

Baca: Ibu Kandung Yang Diduga Membuang Bayi Kembar Ditangkap di Jimbaran Usai Penelusuran Medsos

Baca: Pelaku Curanmor di Taman Griya Jimbaran Tak Berdaya Saat Digelandang Polisi

Baca: Dewan Khawatir Banyak Pelanggan PDAM Beralih ke Sumur Bor

Masalah tersebut kemudian dilaporkan ke instansi terkait termasuk juga kepada Camat Kuta Selatan.

"Sudah kami laporkan, hanya saja sampai sekarang kok masih saja beroperasi. Kami berharap agar segera ditindaklanjuti,  agar ada aturan terkait penakaran pengambilan air," ungkapnya

Sementara Camat Kuta Selatan,  I Nyoman Widiana saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui laporan warga terkait praktik jual-beli air tersebut.

Pihaknya pun berjanji akan melakukan pendalaman lagi atas laporan tersebut.

"Kalau ada bukti yang cukup akan segera ditindaklanjuti melalui sidak. Ini laporan awal,  kami akan turunkan tim untuk memeriksa lebih jauh. Kalau memang terbukti, kami lakukan penindakan.  Dalam jangka waktu satu dua hari ini, tim menemukan fakta atas laporan tersebut," ujarnya

Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved