Bayi Prematur Ditelantarkan di RSUD Sanjiwani Gianyar, Batal Diadposi & Ibu Bayi Kini Menghilang

Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar sedang mencari-cari keberadaan wanita bernama, Ita W (24), asal Jember, Jawa Timur.

Bayi Prematur Ditelantarkan di RSUD Sanjiwani Gianyar, Batal Diadposi & Ibu Bayi Kini Menghilang
Tribun Manado
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar sedang mencari-cari keberadaan wanita bernama, Ita W (24), asal Jember, Jawa Timur.

Ita hilang tanpa jejak setelah melakukan persalinan dan menelantarkan bayi laki-laki yang lahir secara prematur.

Kini bayi yang sudah berumur 20 hari itu, sementara berada dalam penanganan RSUD Sanjiwani dan Dinas Sosisial (Dinsos) Gianyar.

Informasi dihimpun Tribun Bali, Minggu (6/1), pada 17 Desember 2019 sekitar pukul 19.00 Wita, Ita mendatangi RSUD Sanjiwani bersama seorang lelaki, Joni Hambali, untuk melakukan persalinan.

Persalinan dilakukan secara normal. Namun kondisi bayi saat itu masih prematur.

Karena itu, pihak rumah sakit melakukan perawatan terhadap bayi itu di ruang Intensive Care Unit (ICU). Sementara ibunya dirawat di ruang Nifas, selama dua hari.

Setelah kondisi Ita normal, ia direkomendasikan untuk pulang. Sementara bayi masih dirawat di rumah sakit.

Adapun biaya persalinan tersebut dibayarkan oleh seorang perempuan tak dikenal.

Biaya perawatan sang bayi juga dibebankan pada wanita tersebut. Diketahui kemudian wanita itu sudah sepakat akan mengadopsi si bayi.

Namun saat wanita misterius ini melihat kondisi si bayi, ia ragu-ragu untuk mengadopsi. Alasannya, kondisi bayi tak normal. Karena itu, ia batal mengambil sang bayi dan menolak untuk bertanggung jawab.

Hal ini membuat bingung pihak rumah sakit, sehingga merekapun berkoordinasi dengan Dinsos Gianyar.

“Usianya sudah 20 hari. Kami sudah beberapa kali mencoba menghubungi ibu anak ini, tapi tidak pernah berhasil. Sekarang bayi masih di sini,” ujar seorang sumber di RSUD Sanjiwani.

Kepala Dinsos Gianyar, Made Watha, membenarkan hal tersebut, dan kini pihaknya sudah melakukan langkah-langkah untuk keberlangsungannya.

Mulai dari pemenuhan kebutuhan bayi selama mendapatkan perawatan. Pihaknya juga dibantu oleh sejumlah pegawai dan masyarakat yang merasa iba terhadap si bayi.

“Kami tak sendirian dalam menangani bayi ini, tapi sejumlah pegawai dan masyarakat yang kebetulan mengetahui kondisi bayi ini, mereka juga ikut menyumbangkan kebutuhan si bayi,” ungkapnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved