BPJS Klungkung

Jadikan JKN-KIS Kebutuhan Pokok, Solusi Hindari Tunggakan

Dewa membagi kisahnya tentang bagaimana ia bisa merasa nyaman menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)

Jadikan JKN-KIS Kebutuhan Pokok, Solusi Hindari Tunggakan
BPJS Kesehatan
Dewa Gde Adnyana Putra, peserta layanan JKN-KIS. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dewa Gde Adnyana Putra merupakan pekerja mandiri yang meraup rejeki melalui hobi fotografi yang ia geluti seusai lulus kuliah D3 multimedia di salah satu universitas swasta di Bali.

Sebagai pekerja mandiri, ia cukup pandai menerapkan ilmu ekonomi yang ia gunakan dalam mengatur lalu lintas keuangannya, sehingga dapat memenuhi kebutuhannya dengan aman dan lancar.

Ketika ditemui di rumahnya di Banjar Triwangsa, Desa Siangan, Gianyar Rabu (2/1/2019), Dewa membagi kisahnya tentang bagaimana ia bisa merasa nyaman menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Nyaman dalam hal ini menurutnya adalah bagimana bisa lancar membayar iuran perbulan tanpa menunggak sekali pun, dan hebatnya hingga saat ini belum pernah memanfaatkan jaminan JKN-KIS.

"Saya tidak pernah menunggak pembayaran iuran rutin perbulan. Bagi saya, bayar iuran itu wajib. Saya menjadikan JKN-KIS sebagai salah satu kebutuhan pokok, artinya JKN-KIS akan menjadi salah satu prioritas dalam neraca keuangan saya," kata Dewa.

Selain sandang, pangan, iuran perbulan JKN-KIS juga ia tempatkan dalam tabel yang sama, sehingga pada awal bulan secara teratur sudah ada uang yang siap untuk menuntaskan kebutuhan pokok tersebut.

Hal inilah menjadi kunci ia tidak pernah menunggak iuran.

“Saya kembali mengajak teman-teman untuk mengingat kembali pelajaran di SMP maupun SMA, khususnya ilmu ekonomi yang mengajarkan kita tentang neraca keuangan, dan kebutuhan pokok yang menjadi prioritas sehingga dapat mengatur arus keuangan dengan baik. Itu hal yang sangat sederhana, tetapi sangat ampuh untuk menjaga kecukupan dana seperti yang saya terapkan, dalam hal ini adalah untuk urusan lancar membayar iuran JKN-KIS perbulan,” ungkap Dewa.

Kebiasaan yang ia terapkan selama ini tidak akan menjadi beban terhadap keuangan, walaupun penghasilan yang mungkin ia dapatkan setiap bulan tidak besar, sebab jika sudah menjadi salah satu prioritas utama, maka secara otomatis akan ingat untuk memenuhi setiap bulan dan menghindarkan risiko menunggak.

"Jika melihat manfaat, menurutnya iuran JKN-KIS tergolong sangat murah dan harusnya terjangkau jika benar mengaturnya. Pengaturan yang saya ceritakan ini tidak terlepas dari yang namanya niat. Risiko menunggak tentunya tidak bagus karena kepesertaan JKN-KIS akan nonaktif sementara, meskipun akan aktif kembali saat dilunasi namun kita tidak pernah tahu kapan sakit akan datang. Untuk itu, menjadi kewajiban bagi kita untuk menjaga kesehatan baik jasmani maupun rohani. Kesehatan jasmani yaitu tubuh kita, rohani yaitu jiwa kita yang tidak akan merasa beban atau berhutang ketika kita menunggak iuran JKN-KIS, sesimpel itu,” tutupnya. (*)

Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved