Dharma Wacana

Main Handphone di Pura, Begini Pandangan Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda 

Ada hal yang berbeda pada suasana di sebagian besar pura di Bali, terutama dalam upacara piodalan.

Main Handphone di Pura, Begini Pandangan Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda 
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda saat dijumpai usai menjadi narasumber acara sosialisasi revolusi mental diMandala Mhantika Subak Sanggulan, Tabanan, Jumat (9/11/2018).   

Oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda 

TRIBUN-BALI.COM - Ada hal yang berbeda pada suasana di sebagian besar pura di Bali, terutama dalam upacara piodalan.

Sebelum persembahyangan dimulai, banyak umat kita justru sibuk bermain handphone (HP), baik itu bermain game hingga selfie.

Kondisi ini tak hanya menjangkiti generasi muda, bahkan orang tua, terutama kaum ibu-ibu.

Lebih memprihatinkan lagi, rentetan-renteten ritual yang sakral, justru dipakai untuk piranti kontestasi diri di media sosial (medsos), supaya terlihat paling spiritualis. Padahal yang terjadi adalah hedonisme egoistik.

Misalnya, makidung. Kidung merupakan persembahan para bhakta pada Tuhan dengan menyanyikan lagu-lagu suci.

Menyanyikan lagu suci dengan penuh rasa ketulusan, rasa bhakti, dan rasa sujud yang merupakan satu dari sembilan cara bhakti pada Tuhan.

Dalam hal ini, banyak umat yang berdesakan dalam kumpulan orang yang tengah makidung, lalu pura-pura makidung dengan tujuan selfie atau divideokan lalu di-share di media sosial, untuk mendapatkan like.

Setelah aktivitas semunya itu disebarkan ke medsos, merekapun meninggalkan orang-orang yang tengah khusyuk makidung.

Selain itu, fenomena lainnya, ialah di mana generasi datang ke pura, tidak membawa sarana persembahayangan.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved