Tunggakan BPJS Kesehatan Capai Rp 12 Miliar, RSUD Klungkung Terancam Tak Belanja Obat

Jumlah tunggakan BPJS Kesehatan kepada RSUD Klungkung mencapai Rp 12 miliar.

Tunggakan BPJS Kesehatan Capai Rp 12 Miliar, RSUD Klungkung Terancam Tak Belanja Obat
Tribun Bali/Dwi Suputra
Ilustrasi BPJS Kesehatan 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Jumlah tunggakan BPJS Kesehatan kepada RSUD Klungkung  mencapai Rp 12 miliar.

Hal ini tidak hanya mempengaruhi pembayaran jasa pelayanan (jaspel) kepada tenaga medis dan para medis. 

Jika tunggakan itu  tidak kunjung dibayarkan hingga Januari 2018, dikhawatirkan RSUD Klungkung tidak bisa belanja obat-obatan untuk keperluan pelayanannya

Direktur Utama (Dirut) RSUD Klungkung, dr I Nyoman Kesuma menjelaskan, berdasarkan hitungan pihak RSUD, jumlah tunggalan dari BPJS Kesehatan hingga bulan November sekitar Rp 12 miliar.

"Vetifikasi kan baru hingga bulan Oktober sehingga diakui utang sekitat Rp 6 miliar. Tapi kalau tunggakan hingga November, hitungan kami sekitar Rp 6 miliar," ungkap Kesuma, Minggu (6/1).

Ia mengatakan, pihak BPJS belum membayarkan tunggakkan itu karena masih ada audit dari BPKP sejak Kamis (3/1) hinggg delapan hari ke depan. Ia pun berharap tunggakan itu segera dapat dibayarkan setelah audit selesai dilakukan.

"Nanti kan hasil auditnya bagaimana, apakah bisa segera dicairkan dari pusat atau bagaimana," ungkapnya.

Tunggakan ini menyebabkan pihak RSUD Klungkung tidak dapat membayarkan jasa pelayanan kepada para petugas medisnya.

"Bulan November kami tidak bisa bayarkan selama sebulan. Sementara jasa pelayanan terhadap pasiem BPJS, tidak bisa kami bayarkan selama dua bulan yakni November dan Desember," ungkap Kesuma

Tidak hanya itu, jika bulan Januari ini tunggakan itu tidak dibayarkan. Pihak rumah sakit khawatir tidak dapat belanja obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved