Wabah Zoonosis dari Hewan Liar Akibat Kerusakan Alam

Tanda-tanda ekosistem makin tidak seimbang dapat dilihat pada kerusakan alam

Wabah Zoonosis dari Hewan Liar Akibat Kerusakan Alam
Tribun Bali/Istimewa
Ilustrasi penanganan Virus Ebola. Foto tidak terkait berita. 

TRIBUN-BALI.COM - Kompas tanggal 17 November 2018 memuat judul “Ekosistem makin tak seimbang”.

Dampaknya, kehidupan manusia pun terancam.

Pembangunan yang hanya bertumpu pada kepentingan ekonomi, ditengarai sebagai penyebab utama ketidakseimbangan ekosistem.

Tanda-tanda ekosistem makin tidak seimbang dapat dilihat pada kerusakan alam yang sering kita baca dari koran atau lihat di televisi.

Peristiwa ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di belahan bumi yang lain.

Di Indonesia, akibat hutan beralih fungsi, gajah memasuki lahan yang semula merupakan wilayah jelajah mereka.

Harimau mulai kehilangan makanan seperti rusa, sehingga memasuki pemukiman penduduk, mencari kambing.

Akibat yang kita temukan, nyawa manusia bisa terancam.

Penulis mencoba melihat sisi lain kerusakan ekosistem yang berkaitan dengan zoonosis (penyakit menular dari hewan ke manusia).

Perlu diketahui, hutan tidak hanya menyimpan hewan liar, namun ada juga sejumlah penyebab penyakit (terutama virus) pada hewan liar, yang sewaktu-waktu bisa menimpa manusia.

Halaman
1234
Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved