BPJS Kesehatan Klungkung Klarifikasi Terkait Tunggakan Klaim RSUD Klungkung

Menanggapi pemberitaan di beberapa media terkait tunggakan klaim BPJS Kesehatan Cabang Klungkung,Endang Triana Simanjuntak menyampaikan klarifikasinya

BPJS Kesehatan Klungkung Klarifikasi Terkait Tunggakan Klaim RSUD Klungkung
BPJS Kesehatan Klungkung
BPJS Kesehatan Klungkung, Selasa (8/1/2019) 

Tribun-Bali.Com, Klungkung -  Menanggapi pemberitaan di beberapa media terkait tunggakan klaim BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Endang Triana Simanjuntak, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung menyampaikan klarifikasikasinya.

Disampaikan oleh Endang, jumlah piutang BPJS Kesehatan ke RSUD Klungkung sebanyak 5,3 miliar.

Di mana 5,3 M ini merupakan klaim bulan pelayanan September dan Desember 2018 serta susulan keterlambatan klaim yang disampaikan RSUD Klungkung.

“Kita sudah membayar klaim sampai bulan pelayanan Oktober 2018. Silakan dicek kembali. Saya sudah pernah sampaikan bahwa ada perbedaan antara utang yang diakui dan proses pengklaiman. Saat ini dari BPJS Kesehatan Klungkung bersama RSUD Klungkung sedang mengadakan proses penghitungan berkas yang menjadi bagian proses klaim. Proses ini belum bisa dihitung sebagai hutang. Manajemen RSUD juga sudah mengetahui hal ini,” tegas Endang.

Ditanya terkait informasi bahwa keterlambatan klaim diakibatkan oleh proses Audit BPKP, Endang menambahkan bahwa saat ini memang benar sedang ada audit BPKP secara nasional, baik di BPJS Kesehatan maupun rumah sakit, namun hal tersebut tidak menjadi alasan keterlambatan pembayaran klaim.

“Audit memang rutin dilakukan baik oleh BPKP, BPK atau auditor lainnya setiap tahunnya, dan hal ini tidak akan mengganggu kinerja BPJS Kesehatan, apalagi menghambat pembayaran klaim. Kemitraan kami sangat baik dengan fasilitas kesehatan khususnya rumah sakit di wilayah Bali Timur (Klungkung, Gianyar, Bangli dan Karangasem).

Baca: Tunggakan BPJS Kesehatan Capai Rp 12 Miliar, RSUD Klungkung Terancam Tak Belanja Obat

Baca: BPJS Kesehatan Beri Solusi Bagi Perusahaan Daftarkan Karyawannya

Baca: Kini BPJS Kesehatan Ketatkan Sanksi Bagi Penunggak Iuran

Terkait dengan keterlambatan klaim yang dimaksud, BPJS Kesehatan Klungkung dan RS di seluruh wilayah kerjanya juga telah melakukan pertemuan terkait hal tersebut. Perwakilan RSUD Klungkung juga hadir. Kita telah sampaikan kondisi realnya dan juga sudah menyampaikan ada satu bentuk solusinya yaitu dengan “Program Supply Chain Financial (SCF) kepada seluruh RS. Semoga dapat segera dijajaki” Endang menjelaskan.

Pihaknya berharap sebagai mitra yang telah menyepakati Perjanjian Kerja Sama, hendaknya semua dikordinasikan terlebih dahulu bersama-sama sehingga dapat memberi pemahaman yg sama kepada seluruh masyarakat.

ini merupakan tanggung jawab bersama dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat sehingga terbangun citra yang baik dari semua pihak dalam upaya menjaga keberlangsungan Program JKN-KIS ini. (*)

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved