5 Gadis Ini Dijebak sebagai Pemandu Lagu di Bali Hingga Jadi Korban TPPO, Begini Kondisinya Terkini

Lima orang anak yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) saat ini kondisinya sudah mulai membaik.

5 Gadis Ini Dijebak sebagai Pemandu Lagu di Bali Hingga Jadi Korban TPPO, Begini Kondisinya Terkini
net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Lima orang anak yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) saat ini kondisinya sudah mulai membaik.

Usai diketahui menjadi korban TPPO, mereka langsung dititipkan di sebuah tempat yang dinamakan Rumah Aman di Tabanan.  Saat ini mereka mulai melakukan kegiatan positif

“Kondisi mereka sudah mulai stabil. Cuma memang masih perlu proses penyembuhan usai mengalami depresi karena menjadi korban perdagangan anak,” ujar Direktur Perempuan Dan Anak, Yayasan Generasi Bisa Indonesia (Gerasa), Yohana Agustina Pandhi, Selasa (8/1).

Yohana menceritakan, awalnya lima orang anak yang datang ke Rumah Aman dalam keadaan depresi. Sebab, mereka merasa sangat tertipu.

Dia melanjutkan, mereka awalnya dijanjikan bekerja di Bali sebagai pemandu lagu atau sering disebut LC dengan gaji yang tinggi, memperoleh makan dan tidur gratis dan memperoleh transport gratis.

Namun ternyata, mereka diperdagangkan sebagai wanita dengan istilah Booking Out (BO).

“Sehingga dengan iming-iming tersebut mereka tidak berpikir bekerja sampai melayani tamu hingga kadang 6 kali dan maksimal 8 orang selama satu hari itu,” tuturnya.

Dia mengatakan, mereka mau melakukan hal tersebut selain motif ekonomi, karena usia mereka masih anak-anak. Sehingga, ketika mereka sudah melakukan sesuatu hal, baru mereka menyesal.

“Satu-satunya jalan ya kabur,” imbuhnya.

Menurut Yohana, pihaknya memberikan kegiatan positif  kepada korban selama di rumah aman.

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved