Pilpres 2019

BPN Prabowo Tak Kenal Tersangka Penyebar Hoax 7 Kontainer Surat Suara, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan, mereka tak mengenal pria berinisial B

BPN Prabowo Tak Kenal Tersangka Penyebar Hoax 7 Kontainer Surat Suara, Polisi Tetapkan 4 Tersangka
Ilham Rian Pratama/Tribunnws.com
Andre Rosiade Jubir BPN Prabowo-Sandi 

"B sudah ditetapkan sebagai tersangka. Diduga (yang) pertama kali menyebarkan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (8/1).

Dedi menuturkan, B diamankan pada Senin (7/1) di Bekasi. Dedi menjelaskan, penyidik akan mendalami keterangan B.

"Akan didalami keterangan tersangka tersebut dan dikaitkan dengan alat bukti, baru dikonstruksikan peran apakah dia buzzer murni apakah dia kreator, itu tergantung pemeriksaan," jelas Dedi.

Dedi menerangkan, penyidik juga akan menelusuri siapa aktor intelektual di balik hoax ini. "Tim ini akan menuntaskan semaksimal mungkin," tutup dia.

B merupakan tersangka keempat dalam kasus ini. Sebelumnya, polisi sudah menetapkan tiga tersangka, yakni HY, LS, dan J.

Ketiga orang tersebut diduga berperan salam menerima konten hoax tanpa mengonfirmasi kebenaran isi konten dan langsung menyebarkannya melalui akun Facebook.

Tersangka kemudian menyebarkannya di percakapan grup dalam aplikasi WhatsApp. Meski ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya tidak ditahan.

Hoax kontainer surat suara memancing gaduh publik. Sejumlah elite di dua poros Pilpres saling tuding.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengaku telah melakukan identifikasi dan penelusuran akun yang menyebarkan hoax.

Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan hasil identifikasi menunjukkan bahwa hoax tujuh kontainer surat suara pertama kali muncul pada 1 Januari 2019 pukul 23.35 WIB lewat media sosial.

Selanjutnya, informasi mengenai tujuh kontainer surat suara yang belum tercoblos tersebar ke sejumlah akun.

Kemkominfo sendiri telah menyerahkan hasil identifikasi dan temuan analisis dari Mesin AIS Sub Direktorat Pengendalian Ditjen Aptika ke pihak Bareskrim Polri pada Kamis (3/1) pukul 15.00 WIB. (tribun network)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved