Dibanding Orang Egois, Ternyata Orang Baik Lebih Mudah Alami Depresi

Riset yang diterbitkan dalam jurnal Nature Human Behavior menemukan, orang-orang yang baik biasanya peka terhadap ketidakadilan

Dibanding Orang Egois, Ternyata Orang Baik Lebih Mudah Alami Depresi
pixabay.com/Free-Photos
ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Selama ini kita selalu dinasehati untuk berbuat baik kepada semua makhluk hidup. Dengan berbuat baik, kita juga akan lebih bahagia.

Namun, riset terbaru juga mendapati bahwa orang-orang yang baik hati ternyata juga lebih mudah depresi.

Riset yang diterbitkan dalam jurnal Nature Human Behavior menemukan, orang-orang yang baik biasanya peka terhadap ketidakadilan dan ketimpangan.

Nah ketika mereka melihat adanya ketidakadilan, orang- orang baik cenderung lebih tertekan dibanding orang egois.

Riset ini dipimpin oleh Dr Masahiko Haruno dengan meneliti apakah pola pikir "pro-sosial" berkaitan dengan gejala klinis jangka panjang dari depresi.

Pola pikir "pro-sosial" dalam riset ini didefinisikan sebagai kesediaan untuk mengorbankan diri demi kesetaraan.

Riset diikuti oleh hampir 350 orang yang melakukan tes kepribadian untuk menentukan apakah mereka termasuk individu "pro-sosial" atau individualis.

Periset juga mengukur keinginan peserta untuk berbagi uang yang mereka miliki dengan orang yang kurang beruntung.

Dengan memeriksa otak pro-sosial dan individualis menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (MRI), peneliti dapat melihat area otak mana yang diaktifkan selama situasi tertentu.

Ternyata, gambaran otak sangat berbeda antara kedua tipe kepribadian tersebut.

Halaman
123
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved