Kapolda Bali Rekomendasikan Kegiatan Tiga Ormas di Bali Dihentikan Sementara

Kapolda Bali Rekomendasikan Kegiatan Tiga Ormas di Bali Dihentikan Sementara

Kapolda Bali Rekomendasikan Kegiatan Tiga Ormas di Bali Dihentikan Sementara
Istimewa
Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Golose. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mempertanyakan surat rekomendasi penghentian sementara tiga ormas besar di Bali yang dilayangkannya kepada Gubernur Bali pada bulan April 2017, Rabu (9/1/2019).

Surat rekomendasi tersebut ditanyakan Golose terkait adanya laporan dari masyarakat yang mengeluhkan sikap anggota ketiga ormas tersebut.

Golose menjelaskan, dari 108 ormas yang ada di Bali, tiga ormas tersebut terdata telah melakukan dugaan perbuatan pidana, menggangu keamanan dan ketertiban umum.

Baca: Mahasiswi ini Dirudapaksa Enam Pemuda Selama Dua Hari, Berawal dari Kesalahan ini

Baca: Pelaku Penikaman Siswi SMK di Bogor Lakukan Hal Ceroboh ini, Kapolresta: Dari Sini Titik Terangnya

Atas dasar dan data tersebut, Kapolda Bali mengirim surat rekomendasi, namun hingga sampai saat ini belum ada tanggapan.

Kapolda Bali pun meminta Kabidkum Polda Bali, Kombes Pol Mochamad Khozin untuk mengecek kembali surat rekomendasi tersebut.

Kombes Pol Mochamad Khozin yang dikonfirmasi mengaku sudah mengecek perkembangan dari surat tersebut melalui rapat koordinasi dengan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra di Gedung Wisma Sabha, Kantor Gubernur, Bali.

Baca: Terungkap, Curhat Terakhir Siswi SMK yang Tewas Ditikam di Bogor, Terlihat Jelas Pelaku Lakukan ini

Baca: Sepak Terjang Asmara Terlarang Brigpol Dewi, Digerebek Mesum di Mobil Hingga Video Intim Viral

"Sekda Provinsi Bali mengatakan bahwa surat rekomendasi dari Kapolda Bali terkait keberadaan ormas di Bali telah diterima dan sudah dibicarakan fungsi terkait. Selanjutnya surat tersebut masih dikoordinasikan dengan Bapak Gubernur Bali," terang Kombes Pol Mochamad Khozin, Rabu (9/1/2019).

Ia menjelaskan, surat rekomendasi ini sebenarnya sudah lama, saat waktu terjadinya kekerasan oleh beberapa ormas di Bali untuk diatensi oleh Gubernur Bali dan diberikan surat peringatan (SP).

Namun menurut Kabidkum Polda Bali, hingga saat ini surat rekomendasi tersebut masih belum ditindaklanjuti.

"Sampai sekarang tidak ada tindak lanjut dari Pemda, sehingga kemarin kita diperintahkan oleh Kapolda untuk menanyakan perkembangan surat yang kita kirim," jelasnya.

Dikonfirmasi mengenai itu, Kepala Kesbangpol Provinsi Bali, Dewa Mahendra mengatakan, surat rekomendasi untuk pembekuan itu sudah diajukan ke Sekda.

"Surat sedang naik ke Pak Sekda. Kami juga sedang mengkaji surat tersebut," terangnya.(riz/wem)

(*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved