Pengiriman Ganja 25 Kilogram dari Sumatera Diduga Dikendalikan Napi Lapas Kerobokan Berinisial R

BNNP Bali berhasil mengungkap kasus ganja seberat 25 kilogram kiriman dari Sumatera Utara

Pengiriman Ganja 25 Kilogram dari Sumatera Diduga Dikendalikan Napi Lapas Kerobokan Berinisial R
Tribun Bali/Rizal Fanany
BNNP Bali menghadirkan tersangka beserta barang bukti paket kiriman narkoba jenis ganja seberat 25 kilogram, di Kantor BNNP Bali, Denpasar, Rabu (9/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - BNNP Bali berhasil mengungkap kasus ganja seberat 25 kilogram kiriman dari Sumatera Utara.

Hal ini diungkapkan saat konferensi pers di Kantor BNNP Bali, Jalan Kamboja, Nomor 8, Denpasar, Rabu (9/1/2019).

Paket ganja tersebut diambil oleh tersangka Kurniawan Risdianto (KR) dan Muh Haryono (MH) di sebuah jasa pengiriman barang di Jalan Danau Poso, Sanur Kauh, Denpasar Selatan.

Menurut keterangan Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa, kedua tersangka diduga terlibat jaringan yang dikendalikan seseorang dari dalam Lapas Kelas II A Kerobokan.

Ditambahkan, paket tersebut diduga diterima dari seseorang berinisial R yang saat ini sedang terjerat kasus narkoba dan berada di Lapas Kelas II A Kerobokan.

"Dari hasil pemeriksaan yang  kami kembangkan, tenyata jaringan-jaringan ini ada yang mengendalikan," ujar.

Dijelaskan Brigjen Pol Suastawa, KR dan MH merupakan kurir.

Tidak hanya sebagai kurir ganja, KR juga merupakan pemakai dan pengedar.

Sementara MH hanya sebagai kurir bukan pemakai.

"Saya belum mendalami berapa kisaran ongkos yang didapat para tersangka ini (sebagai kurir). Berapa ongkos juga bisa menjadi kebohongan. Yang jelas jaringan ini sudah kami ungkap," tambahnya.

Dari pengakuan KR dan MH, telah menerima dan mengambil barang haram tersebut sebanyak enam kali.

"Dua tersangka ini belum pernah masuk penjara, namun sudah enam kali mengirim barang seperti ini," terangnya.

Diungkapkan, paket ganja tersebut akan diedarkan ke wilayah Bali dan Lombok.

"Dari hasil pengembangan, barang tidak hanya diedarkan ke Bali, tapi juga luar Bali, bahkan sampai ke Lombok," ungkapnya.(*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved