Tebing Yang Retak Tidak Akan Menghambat Piodalan di Pura Luhur Uluwatu Nanti

Wayan Wijana mengungkapkan foto tebing retak di Pura Luhur Uluwatu tersebut tidak sesuai dengan pantauan saat ini.

Tebing Yang Retak Tidak Akan Menghambat Piodalan di Pura Luhur Uluwatu Nanti
Tribun Bali / Rino Gale
Camat Kuta Selatan bersama Manager Objek Wisata Pura Uluwatu serta para Pemangku Pura melakukan pantauan lapangan terkait kondisi tebing Pura yang retak, Rabu (9/1/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG -  Foto tebing di Pura Luhur Uluwatu viral di media sosial dan menjadi sorotan, terlebih hal ini terjadi menjelang piodalan di Pura Luhur Ulwatu pada 15-18 Januari 2019.

Manager Pengelola Obyek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, Wayan Wijana mengungkapkan foto tebing retak di Pura Luhur Uluwatu tersebut tidak sesuai dengan pantauan saat ini.

"Kita lihat sendiri, foto yang viral tersebut tampak kering, nah kalau diperhatikan sekarang, tebing terlihat hijau rimbun dan ada pepohonan yang tumbuh dengan sendiri. Saya pikir foto yang viral dengan keadaan sekarang tidak cocok," ujarnya

Namun Wijana membenarkan bahwa masalah keretakan ada dan sudah terjadi sejak lama. 

Oleh sebab itu setiap tahunnya ada evaluasi terkait keretakan oleh pihak PUPR Kabupaten Badung.

Pada tahun 2019 disebutnya akan dilakukan sosialisasi terkait penataan secara master plan di Uluwatu. 

Adapun terkait piodalan yang akan digelar, Jro Mangku Gede Sentana mengatakan, pihaknya sudah mengadakan rapat bersama masyarakat baik dari desa maupun Pengempon Puri Agung Kuta dan Puri Jambe pada tepatnya H-9 dilaksanakannya upacara.

"Piodalan ini berlangsung selama tiga hari. Dimana puncak acara pada tanggal 15 Januari 2019 dan berakir pada tanggal 18 Januari 2019. Hasil rapat sudah matang, tinggal pelaksanaanya saja," ujarnya saat ditemui di Pura Luhur Uluwatu,Rabu (9/1/2018)

"Tadi kita sudah pasangkan alang-alang, tinggal nanti hari Sabtu akan dipasangkan Pelinggih serta kain untuk menghiasi Pura. Dan kemudian pada hari Senin persiapan banten yang sudah siap dan tertata rapi," tambahnya.

Nantinya pada saat hari H, untuk umat sembahyang akan diberi tiket masuk dan dibatasi sekitar 300-350 umat.

"Sistem pembagian kartu ini sudah sejak dulu. Jadi kapasitas umat sekitar 300-350. Namun, proses sembahyangnya diadakan di area jabo tengah bukan di dalam. Di dalam hanya prosesi upacara. Jadi terkait masalah keretakan pada tebing tidak jadi masalah. Karena dari dulu kami sudah mewaspadainya dengan cara atau sistem tersebut," ungkapnya

Ia menambahkan, khusus di area seluruh objek wisata pura Uluwatu ini, pengunjung ataupun umat yang akan bersembahyang tidak dibolehkan untuk membawa minuman atau wadah berbahan plastik.

"Seperti dikatakan oleh Bapak Bupati Badung terkait plastik, kami di sini tidak lagi menyediakan tempat atau wadah berbahan plastik.  Selain itu kami berharap untuk para umat, mohon dibatasi pemakaian pembungkus canang yang berbahan plastik," ujarnya. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved